Cecilia Sri Hayani: Lead to Bless | PortalHR.com

PortalHR

BPJS Ketenagakerjaan

Wajah HR

Cecilia Sri Hayani: Lead to Bless

Jumat, 23 Oktober 2009 - 2:44 WIB

Di balik perusahaan yang sukses, selalu ada pimpinan HR yang kuat. Di balik gebrakan bisnis AirAsia yang telah mewujudkan mimpi semua orang untuk bisa terbang, ada Cecilia Sri Hayani yang duduk sebagai People Manager.
“Waktu baca iklan lowongannya di Kompas, saya sangat tertarik. Mereka nyari People Manager, wah ini jarang dan unik, dan kebetulan saya memang ingin sesuatu yang baru,” kenang dia. Tentu saja, apapun istilahnya, dunia HR bukanlah sesuatu yang baru bagi Cecilia kala itu. Sebelumnya, ia pernah mengepalai bagian Business Affair di sebuah perusahaan oil&gas yang membawahi HR dan GA.
“Dengan jabatan People Manager ini, saya jadi lebih fokus. Saya tertarik dengan faktor people karena berkaitan dengan bagaimana berhubungan dengan manusia, ini ngak ada habisnya. Kalau dengan mesin, satu tambah satu jelas, kalau manusia nggak jelas, nggak ada hitam dan putih, setiap orang dalam perusahaan perlu diperlakukan secara customized, dengan sentuhan personal. Saya ditantang untuk posisi yang unik ini, yang mungkin kurang populer,” papar dia.
Mendengar aksen Cecilia ketika berbicara dalam Bahasa Indonesia, orang akan mudah mengira dia orang Malaysia. Meskipun lahir di Jakarta, ibu dari tiga orang anak ini memang dibesarkan di Riau yang identik dengan logat Melayu. Namun, barangkali bukan itu yang membuat logat bicara Cecilia terdengar “kemelayu-melayuan”. Melainkan karena dia memang lebih banyak bergaul dengan para eksekutif bisnis di tingkat regional AirAsia yang berpusat di Malaysia. Dia lebih banyak menghabiskan waktunya di Kuala Lumpur ketimbang Jakarta.
Ditemui di kantor perwakilan AirAsia Indonesia di Kompleks Bandara Soekarno-Hatta, Jakarta, Cecilia mencuri waktu di tengah kesibukannya menangani rekrutmen karyawan yang tiada henti-hentinya setiap hari.
“Waktu saya masuk dua tahun lalu baru ada 600 karyawan, sekarang sudah dua kali lipatnya, kerjaannya luar biasa di rekrutmen, hampir tiap hari ada,” ujar dia seraya menambahkan bahwa yang paling banyak dicari oleh AirAsia saat ini adalah engineering, termasuk pilot. Ditegaskan, dalam mencari karyawan, AirAsia mengutamakan orang-orang yang tidak hanya hebat, tapi juga memiliki nilai yang sesuai dengan nilai-nilai perusahaan. “Percuma kalau hebat saja tidak akan bertahan lama. Jadi, kita lihat karakternya, harus sesuai. Kalau nggak cocok, biaya yang dikeluarkan terlalu besar,” kata dia.
***
Jauh sebelum menjadi orang yang paling berpengaruh dalam urusan kekaryawanan di sebuah perusahaan maskapai penerbangan yang banyak difavoritkan masyakat Indonesia saa ini tersebut, Cecilia adalah seorang sekretaris. Sesuai dengan latar belakang pendidikannya, Akademi Sekretaris Tarakanita, perempuan kelahiran Jakarta, 13 April ini mengawali kariernya sejak masih kuliah, sebagai sekretaris. “Dulu kuliah di Tarakanita, semester satu aja sudah bisa bekerja, sudah banyak yang nyari,” kenang dia.
Pengalaman pertama Cecilia adalah menjadi sekretaris di Bank Bali, yang dijalaninya secara part-time untuk mengisi liburan semester satu. Ketika harus masuk kuliah lagi, masa kerjanya pun berakhir karena pihak perusahaan tidak mengizinkan kerja secara paroh-waktu. Kemudian, dia melamar ke Kantor Kedutaan Saudi Arabia yang sedang mencari sekretaris. Di sini, Cecilia bisa kerja sambil tetap kuliah karena jam kerjanya hanya sampai pukul dua siang. Tiba saatnya menyusun skripsi, dia berhenti kerja lagi.
Usai kuliah, sebagian besar perjalanan karier Cecilia tertambat di Anker Bir. “Di situ saya hampir 15 tahun, dari office manager hingga PR manager,” kisah Cecilia yang sempat kuliah lagi di jurusan Administrasi Bisnis Universitas Terbuka dan Universita Atmajaya itu. Dalam perkembangannya, dia juga mengambil program sertifikasi profesional HR.
Menurut Cecilia, menjadi pimpinan HR haruslah punya karakter yang kuat, di samping tentu saja kemampuan manajerial. “Tapi, juga orangnya paling utama harus memiliki integritas tinggi, berani untuk tidak ikut arus, jadi orang yang nggak populer demi menegakkan kepentingan perusahaan, dan itu susah bagaimana menjadi jembatan yang win-win solution (antara perusahaan) dengan karyawan. Dua pihak harus sama-sama happy, itu sulit. Harus punya leadership dan communications skill yang baik,” rinci dia.
Masih ditambah, untuk keluarnya, seorang pemimpin HR dalam hemat Cecilia harus juga bisa menjalin hubungan yang baik dengan supplier, outsourcing company dan masyarakat dalam kaitan dengan corporate social responsibility.
***
Di AirAsia Indonesia, Cecilia menerapkan sistem employee self-service dengan organisasi yang flat.”Dengan intranet, karyawan yang terbawah bisa berkomunikasi dengan CEO, dan mereka juga bisa mengakses data-data dari permintaan cuti, perhitungan lembur dan sebagianya,” ungkap dia.
Lebih dari itu, Cecilia juga menjamin bahwa yang pertama menikmati fasilitas “now everyone can fly” yang menjadi motto AirAsia tak lain karyawan sendiri, berikut keluarga mereka. “Setiap karyawan kita mendapatkan enam kupon untuk ke mana saja pulang-pergi, dan diskon 90 persen untuk digunakan kapan saja tak terbatas,” terang dia.
Untuk bisa menikmati semua itu, pesan Cecilia, Anda harus orang yang tepat untuk menjadi karyawan AirAsia. “Di sinilah, HR menjadi pintu masuk bagi orang-orang yang tepat itu melalui rekrutmen. Itu bagian dari tugas HR untuk menjaga perusahaan agar stabil dan tetap tumbuh berkelanjutan melalui modal insani,” tandas dia.
Bagi Cecilia, yang membuat sebuah perusahaan unggul dibandingkan dengan yang lain adalah modal insani. Untuk itu, setelah merekrut mereka melalui sebuah proses panjang, HR harus memastikan untuk mengembangkannya, dan membuat mereka betah dan bahagia bekerja di perusahaan.
“Kita beri mereka coaching dan kompensasi yang menarik, bukan hanya cash tapi juga non-cash, kenyamanan dan keamanan untuk keluarga mereka juga kita pikirkan melalui asuransi,” papar dia.
Dalam konteks AirAsia yang merupakan perusahaan relatif baru dengan pertumbuhan yang sangat cepat, tantangan yang harus dihadapi Cecilia sebagai pimpinan HR menjadi ekstra. Yakni, karyawan-karyawan berusia muda yang kritis dan idealis, dengan kebutuhan yang sudah barang tentu berbeda-beda.
“Menghadapi mereka, HR dituntut perannya sebagai diplomat, HR harus bisa diplomatis, menjembatani kepentingan yang berbeda-beda dari karyawan dengan kepentingan perusahaan yang baru berusia empat tahun ini, belum ada yang memasuki usia pensiun, semua masih ingin tumbuh sehingga HR harus bisa memastikan bahwa mereka di sini nggak hanya to earn tapi juga to learn dan to grow,” tambah dia.
Kini, setelah dua tahun kepemimpinannya berjalan, Cecilia sudah bisa tersenyum bangga melihat hasilnya. Tak ada yang bisa membuat dia bangga sebagai People Manager melebihi ketika menyaksikan bahwa karyawan yang dulunya “hanya” front liner (guest service assistant) kini sudah banyak yang menjadi manajer dalam tempo kurang dari empat tahun.
“Bahkan ada juga guest service yang kini jadi pilot. Semua itu mungkin asal orangnya mau belajar,” tegas dia.
Bagi penggemar jalan-jalan ini, menciptakan pemimpin-pemimpin baru memang telah menjadi bagian dari misi hidupnya. “Dalam hidup ini inginnya bukan hanya to be good, tapi juga to be better, dan akhirnya to be bless. Saya selalu mekankan ke staf, jangan bosen bertanya dan saya suka berbagai ilmu, karena saya ingin menciptakan mereka jadi leader-leader baru,” kata dia.
“Dengan berbagi, kita merasa memberkati dan diberkati,” tambah Cecilia menutup pembicaraan.

Category: Product #: Regular price:$ (Sale ends ) Available from: Condition: Good ! Order now!
Reviewed by on. Rating:




Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Training BPJS Kesehatan

Komentar Terkini

Gudang Data

Event HR