Influence, Indikator Baru Penilaian Kinerja | PortalHR.com

PortalHR

BPJS Ketenagakerjaan

Performance Management

Influence, Indikator Baru Penilaian Kinerja

Kamis, 12 Juli 2012 - 6:10 WIB

Di dunia HR dan Internal Communication saat ini telah berkembang tools social network internal yang disebut Enterprise Social Network (ESN). Keberadaan tools yang mengadopsi fungsi-fungsi sosial seperti layaknya situs jejaring sosial umum (Twitter, Facebook, dll) ini diharapkan akan mendukung komunikasi, engagement, dan produktivitas dalam lingkungan kerja. Fitur-fitur sosial yang mendukung pekerjaan misalnya group, kolaborasi dokumen, knowledge sharing dan sebagainya. (Baca juga: Selamat Tinggal Intranet, Selamat Datang ESN).

Banyak yang berpendapat, ESN akan segera menjadi tren, menggantikan intranet perusahaan yang sudah usang. Perkembangan tren ini pada akhirnya akan berimbas juga pada manajemen SDM, secara khususnya dalam hal penilaian karyawan.

Majalah Fast Company belum lama ini menyebutkan akan ada key indicator baru dalam penilaian kinerja (performance review) karyawan, yaitu faktor pengaruh (influence). Performance review karyawan bukan lagi dinilai sebatas sales number atau jumlah goals yang tercapai, tetapi juga memungkinkan dinilai dari seberapa tinggi pengaruh dia di dalam organisasi.

Perusahaan telah menyadari bahwa performa seorang karyawan tidak bisa melulu dinilai berdasarkan kinerjanya sebatas dari lingkup pekerjaannya saja. Bagaimana ia menjalin hubungan informal dengan rekan kerja, seberapa aktif ia  berbagi pengetahuan dan pengalaman baik yang berhubungan dengan pekerjaannya secara langsung, maupun hal-hal positif di luar pekerjaan utamanya, ternyata besar pengaruhnya terhadap organisasi dan perlu mendapat apresiasi. Dengan memasukkan faktor-faktor tersebut pada performance review, perusahaan bisa mendapat gambaran utuh karyawan bukan sebagai pekerja saja, tetapi sebagai seorang individu.

Besar pengaruh seorang karyawan terhadap organisasinya ini bisa diukur dengan cara menilai bagaimana karyawan lain merespon posting-posting karyawan tersebut dalam tools seperti ESN.

Nilai pengaruh ini tidak dihitung hanya berdasarkan jumlah posting, melainkan bagaimana pengaruh dari posting-posting tersebut; misalnya berapa banyak suatu posting mendapat “like” atau komentar, seberapa sering suatu konten di share.

Sementara menilai hanya sebatas jumlah posting saja hasilnya tidak akan relevan, karena bisa jadi konten yang banyak itu adalah konten yang kurang bernilai yang tidak berkaitan dengan value organisasi.

Untuk mendapat gambaran menyeluruh atas performa seorang karyawan, perusahaan juga bisa mengkombinasikan fitur ini dengan fitur recognition eksplisit, yaitu fitur yang memungkinkan karyawan memberikan badge pada karyawan lainnya sebagai apresiasi terhadap pencapaiannya.

Jadi, pengaruh seseorang yang didapat berdasarkan aktivitas yang dihitung secara otomatis oleh sistem, perlu digabung dengan hal-hal yang secara eksplisit dideklarasikan oleh rekan kerja dan manajer, untuk mendapat performance review yang menyeluruh. Semua ini dimungkinkan dan dipermudah dengan adanya social tools seperti ESN.





Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Connect with Facebook

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

HR Summit

Komentar Terkini

Gudang Data

Event HR