PortalHR

Employee Relations

Hal-hal Penting Seputar Ketenagakerjaan

Jumat, 6 Januari 2006 - 10:37 WIB

Saat ini masyarakat secara nyata menghadapi kondisi ekonomi yang semakin buruk. Daya beli masyarakat telah merosot tajam. Itu ditunjukkan dengan melambatnya pertumbuhan konsumsi swasta dari semula 5,5 persen menjadi hanya 3,5 persen dan inflasi yang melonjak tinggi mencapai 17 persen.

Di bidang ketenagakerjaan, ancaman Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) semakin marak karena beban pengusaha yang semakin besar akibat naiknya biaya produksi gara-gara inflasi tinggi ataupun akibat menurunnya permintaan dan meningkatnya persaingan serta berbagai respons kebijakan perdagangan dan industri yang lamban dan kontraproduktif.

Berkaitan dengan hal tersebut, pengusaha dalam hal ini para manajer personalia atau SDM harus senantiasa belajar agar dapat menangani dengan benar, tepat, dan menyeluruh atas materi perundang-undangan ketenagakerjaan, termasuk Peraturan Perusahaan, PKB, dan Perjanjian Kerja.

Ada beberapa hal penting yang harus menjadi perhatian, yakni :

  1. Memiliki Peraturan Perusahaan, PKB, dan Perjanjian Kerja yang dibuat dengan benar dan tepat dengan penggunaan peristilahan dan ketentuan yang diatur dalam perundang-undangan ketenagakerjaan.
  2. Sebelum menghadapi pekerja atau serikat pekerja yang mempunyai permasalahan dengan perusahaan, wajib mempelajari semua perundang-undangan ketenagakerjaan termasuk Peraturan Perusahaan, PKB, dan Perjanjian Kerja dengan benar, tepat, dan lengkap sehingga sehingga pembicaraan dapat berlangsung lancar, cepat, dan terarah.
  3. Membuat dengan benar dan tepat baik mengenai isi maupun waktu dan tidak bertele-tele atas jawaban, atas setiap surat dari pekerja dan/atau serikat pekerja.
  4. Upayakan mengadakan program pelatihan dan pendidikan yang cukup dan lengkap serta teratur bagi staf perusahaan yang akan menangani dan memegang jabatan kepersonaliaan.
  5. Upayakan mengadalan program pelatihan dan pendidikan yang cukup dan lengkap serta teratur bagi para pengurus SP yang benar-benar mengerti sebanyak mungkin materi perundang-perundangan ketenagakerjaan termasuk Peraturan Perusahaan, PKB, dan Perjanjian Kerja. Dengan memiliki pengurus SP yang benar-benar bermutu akan memudahkan komunikasi dengan pengusaha.

Pesan-pesan Penting dalam Penanganan PHK

Apa yang disajikan di bawah ini adalah penjelasan singkat tentang teknik dan hal-hal yang perlu, patut, dan layak diperhatikan saat bertindak sebagai atasan dalam memberitahukan dan menjelaskan keputusan PHK kepada pekerja.

Yang harus dan selalu patut diingat adalah bahwa dengan berbagai alasan maka setiap orang ingin bekerja. Karenanya suatu keputusan PHK akan sangat mengagetkan pekerja karena tidak ada pekerja yang ingin di-PHK, apapun sebabnya. Karenanya, sangat besar kemungkinan timbulnya reaksi dalam berbagai bentuk oleh pekerja. Karenanya pula, sangat penting bagi mereka yang ditunjuk untuk memberitahukan masalah PHK ini untuk benar-benar mempersiapkan diri sehingga dapat memperkecil timbulnya kemungkinan penolakan tersebut.

  1. Sebelum bertemu dengan pekerja, kita sudah harus benar-benar mempelajari dan kemudian memahami dan menghayati dengan matang sebab-sebab dibuatnya keputusan PHK terhadap pekerja tersebut. Kalau belum jelas, tanyakan kembali kepada atasan sehingga benar-benar mendapat kejelasan yang lengkap dan utuh.
  2. Kuasai dengan baik dan matang serta lengkap materi permasalahan termasuk semua dokumen pendukung dan peraturan perusahaan, PKB, dan perundang-undangan ketenagakerjaan, misalnya UU No.13/ 2003 yang memuat mengenai alasan dilakukannya PHK dan pembayaran serta perhitungan pembayaran yang menjadi hak pekerja.
  3. Walaupun secara kedinasan dia adalah bawahan, akan tetapi kita harus selalu menunjukkan sikap menghargai dan menghormati pekerja sebagai manusia. Setiap manusia, apapun status sosial dan ekonominya, mempunyai perasaan, harga diri, dan kehormatan. Kalau kita mampu menghargai dan menghormati pekerja sebagai manusia, maka ini sudah merupakan suatu langkah maju dalam mencapai tujuan.
  4. Kalau seorang pekerja dipanggil, apalagi berita tentang dimulainya PHK tersebut telah tersebar, walaupun ia tidak mengharapkan PHK ini akan terjadi padanya, kemungkinan besar pekerja telah menduga-duga apa yang akan terjadi. Untuk mengurangi ketegangan pekerja, pada saat bertemu, ajak pekerja untuk bersikap santai, secara kejiwaan ia dapat merasa nyaman. Ciptakan suasanan yang serius namun santai. Jangan kaku tetapi bersikap tegas. Pilih kata dan buat kalimat yang tepat tapi katakan apa adanya secara terus terang dan terbuka. Tidak usah berkata-kata yang berputar-putar dan berkepanjangan sehingga dapat menimbulkan kebingungan bagi pekerja. Di sisi lain, dengan berkata berputar-putar dapat menimbulkan kesan di mata pekerja bahwa atasannya sendiri ragu akan apa yang diucapkan.
  5. Jelaskan permasalahan yang ada dengan sederhana dan tegas bahwa misalnya ini adalah suatu keputusan yang telah dibuat dan tidak dapat diubah. Kalau ditanyakan, jelaskan acuan hukumnya sesuai ketentuan ketenagakerjaan dan PKB. Usahakan menjawab secara sederhana tetapi jelas dan tegas setiap pertanyaan pekerja. Inilah gunanya persiapan dalam angka 1 di atas.
  6. Dari hasil perundingan bipartite dengan pekerja, apapun hasilnya apakah menerima atau menolak keputusan PHK, langsung dibuatkan Risalah Perundingan Bipartite. Di dalamnya, tulis secara lengkap penjelasan dan jawaban Anda dan pekerja secara lengkap dan teratur.
  7. Apabila perundingan bipartite berhasil menyelesaikan permasalahan, maka segera berikan Kesepakatan Bersama yang telah disiapkan yang memuat kesepakatan-kesepakatan para pihak untuk segera ditandatangani oleh pekerja dan Anda. Kalau menolak, sampaikan pada pekerja bahwa PHK ini akan diteruskan sesuai mekanisme UU Ketenagakerjaan dan untuk itu pekerja dipersilakan menunggu proses selanjutnya.
  8. Apabila pekerja meminta waktu untuk memikirkan keputusannya, berikan saja. Adalah lebih baik memberikan waktu untuk berpikir karena mereka akan merasa dihargai dan mereka tidak merasa ditekan atau dipaksa.

Sumber: Majalah Human Capital No. 22 | Januari 2006





Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Connect with Facebook

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Terkini

Gudang Data

Event HR