3 Tips Employee Retention, Agar Karyawan Betah | PortalHR.com

PortalHR

BPJS Ketenagakerjaan

Employee Relations

3 Tips Employee Retention, Agar Karyawan Betah

Rabu, 11 April 2012 - 9:14 WIB

BERKAITAN dengan upaya perusahaan untuk meminimalkan tingkat turn over, Departemen SDM (Sumber Daya Manusia) memiliki tugas yang sangat penting, yakni menciptakan employee retention. Intinya adalah melakukan berbagai terobosan untuk membuat karyawan tetap bertahan di perusahaan.

Mike Murphi, penulis buku “The Deadly Sins of Employee Retention“, mengungkapkan, “Sebuah perusahaan yang tidak pernah memikirkan retensi karyawan (employee retention), dan bergantung pada mekanisme pasar dan situasi ekonomi, maka pada saat bursa tenaga kerja menguat, tingkat turn over-nya akan berubah drastis dari lima menjadi 50% hanya dalam satu malam.”

Kutipan di atas menegaskan bahwa wajib hukumnya bagi perusahaan untuk mencanangkan program employee retention. Banyak faktor mempengaruhi kecenderungan karyawan untuk tetap “stay” di sebuah perusahaan, di antaranya adalah hubungan dengan atasan, masalah gaji, atau kecocokan dengan deskripsi kerjanya.

Berikut ini, seperti dilansir Inc.com, adalah beberapa strategi yang dapat dicoba oleh Departemen SDM untuk memperkuat program employee retention:

1. Motivation is not enough
Bonus, cuti, kendaraan dinas atau fasilitas lainnya adalah berbagai alat perusahaan sebagai bentuk reward bagi karyawan apabila mereka telah bekerja dengan baik. Tetapi pada dasarnya, menurut Murphy, penghargaan berupa bonus dan semacamnya baru merupakan setengah dari keseluruhan upaya untuk mempertahankan karyawan.

Terdapat dua isu penting yang umumnya terjadi pada karyawan, diibaratkan sebagai “shove”, faktor yang membuat mereka terdemotivasi dan “tugs”, tarikan yang membuat orang termotivasi. Kesalahan yang sering dilakukan pemimpin perusahaan adalah berfokus hanya kepada motivator, tanpa melihat pada faktor apa yang membuat karyawannya sulit melakukan hal yang benar.

2. Keeping the Employees Satisfied
Berkaitan dengan hal ini, seorang pemimpin mempunyai tugas yang cukup sulit yakni mengetahui apa yang disukai dan tidak disukai karyawannya. Pengalaman Dennis Hoffman, CEO dari Engage Direct Mail mungkin bisa menjadi pembelajaran bagi para manager SDM.

“Saya tidak bisa membaca pikiran mereka (karyawan, red). Saya selalu berpikir mereka ambisius karena saya juga begitu. Saya pikir mereka akan termotivasi dengan uang, karena saya pun demikian. Saya melewati berbagai pengalaman yang menyakitkan dan menyadari bahwa itu bukanlah jalan penyelesaiannya.”

Penting bagi seorang pemimpin untuk sering melakukan komunikasi dengan karyawan untuk mendengar apa yang mereka butuhkan. Berbagai macam survei untuk mengetahui opini karyawan juga sudah mulai banyak berkembang akhir-akhir ini. Memahami keinginan karyawan akan membantu pemimpin perusahaan menetapkan benefit yang tepat sasaran, demi terciptanya employee retention.

3. Attracting the Right Candidate
Program retensi karyawan dapat dilakukan dari mulai tahap rekrutmen karyawan. Caranya adalah dengan menarik perhatian kandidat-kandidat yang berkualitas. Mengenai metode “atraksi”nya, dan itu tergantung pada kreativitas si manager.

Beberapa cara dapat dilakukan, dari paling murah hingga yang memakan bujet tinggi. Misalnya, dengan memberikan pinjaman Ipad atau gadget lain untuk kandidat yang diterima, menawarkan peta jenjang karir yang jelas, menawarkan tunjangan yang menarik, kesempatan pergi ke luar negeri, dan cara-cara kreatif lainnya. Bahkan, perusahaan “Engage” mengutamakan pelamar yang tinggal di dekat perusahaan untuk diterima sebagai karyawan.

Selain ketiga cara tersebut, ada satu hal yang tidak boleh dilupakan oleh seorang manajer, yakni membangun Employee Relationship. Ciptakan hubungan yang baik dengan karyawan, dekati karyawan dan berilah mereka perhatian. Tanpa itu, sulit bagi perusahaan untuk membuat karyawan “betah” dan tidak melirik peluang-peluang di perusahaan lain. (@triw)

Category: Product #: Regular price:$ (Sale ends ) Available from: Condition: Good ! Order now!
Reviewed by on. Rating:




Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

BPJS Ketenagakerjaan

Komentar Terkini

Gudang Data

Event HR