People Management
5 Cara Memotivasi Karyawan Gen Y
Uang tidak cukup untuk membuat generasi Y termotivasi. Mereka datang dengan ambisi besar, pelahap teknologi dan sedikit susah diatur. Jika Anda mengimingi mereka dengan gaji besar dan berharap mereka akan bertahan lama di perusahaan Anda, mungkin Anda sedikit salah perhitungan.
Generasi yang lahir di kisaran tahun 1980an ini memang cenderung berbeda dengan generasi di atasnya, mereka terdiri dari orang-orang muda berbakat, bersemangat, kritis, dan sangat menyadari konteks sosial kehidupan mereka dengan pekerjaan mereka.
Walaupun tentu mereka membutuhkan uang dan barang, namun itu belum memenuhi harapan mereka untuk bisa enjoy dengan pekerjaannya.
Perusahaan biasanya masih mereka-reka siapa Gen-Y ini dan apa sebenarnya yang diinginkannya? 5 cara di bawah ini kami ambil dari Inc.com, semoga bisa membantu membuat karyawan gen Y Anda lebih happy, produktif dan bekerja untuk Anda.
1. Paparkan Harapan Anda dengan Jelas
Individu berbakat akan frustasi ketika mereka merasa tidak mendapatkan apa pun. Harapan yang tidak jelas dan arahan ambigu akan membuat Generasi ini kelelahan dan tak ragu untuk mengundurkan diri. Untuk generasi Y, prestasi adalah batu loncatan untuk kesuksesan. Tanpa rasa keberhasilan dan momentum ke depan, Gen Y akan merasa mereka sudah buang-buang waktu.
2. Mengembangkan dan Melatih
Generasi Y melihat pekerjaan mereka sebagai kelanjutan dari pendidikan mereka. Mereka butuh merasakan bahwa mereka sedang belajar, dan mereka sangat menghargai jika merasa sedang dilatih. Itu berarti Anda harus benar-benar kompeten dalam kemampuan coaching. Jika tidak, perhatian Anda terhadap pengembangan talenta muda akan terlihat tidak serius.
Bagaimana cara Anda mendengar, bertanya, berbicara dan memberikan umpan balik merupakan faktor penting untuk menjaga staff Gen Y Anda terus termotivasi dan bersemangat.
3. Keluar dari Zona Nyaman
Generasi Y terbiasa menerima tantangan baru dan risiko. Inilah generasi yang termotivasi oleh adrenalin untuk mengukir perubahan dan tantangan, mereka tidak akan ciut terhadap penempatan di luar zona nyaman. Mereka melihat kesempatan untuk mendapatkan tantangan baru adalah pembuktian atas kemampuan mereka.
4. Usung kekompakan tim
Loyalitas tim adalah kunci untuk memotivasi para generasi Y. Mereka teridentifikasi kuat di antara orang-orang dalam satu tim, bahkan lebih kuat daripada identitas mereka dengan perusahaan. Tim adalah sumber dukungan profesional dan sosial dan memberi mereka pijakan untuk bergerak maju. Anda perlu meningkatkan budaya kolektif mereka, perasaan dalam tim, dan perasaan kekompakan serta integrasi sosial.
5. Dukung perencanaan karir – bahkan di luar perusahaan Anda
Generasi Y menginginkan perkembangan dan mobilitas. Jagalah mereka tetap up to date akan kesempatan pengembangan pada perusahaan Anda, dan bekerjalah dengan mereka untuk mengerti ketertarikan mereka dan siapkan rentang waktu untuk memberikan tanggung jawab yang lebih besar. Jika Anda tidak bisa memberi kesempatan yang mereka inginkan, sebaiknya jangan menghalangi usaha mereka untuk mencari kerja di tempat lain.
Jika karyawan generasi Y Anda perlu meninggalkan perusahaan untuk mengembangkan profesi, jangan buat mereka merasa tidak setia. Generasi Y tidak mengharapkan kehidupan berkarir pada satu tempat saja. Mereka sangat menghargai jika mengetahui Anda ada di sisi mereka saat mereka ingin maju ke depan. Semakin mereka merasa bahwa Anda adalah partner sejati dalam karir mereka, semakin tinggi kemungkinan mereka untuk tetap tinggal dan berkontribusi pada perusahaan Anda.

Jumat, 17 Agustus 2012 pada 17.32
Terima Kasih portalhr, kami jadikan web ini sebagai acuan kami dalam mendidik para siswa kami.
Komentar Terkini
Gudang Data
Event HR
Kamis, 27 Juni 2013
Jobstreet HR Networking EventSponsored Links
LokerDirektori.com
Submit lowongan kerja di sini