Majalah Human Capital » Edisi Sebelumnya » Strategi HR

 

BHP Billiton Indonesia

No. 08 - Tahun 2004

Perusahaan pertambangan batubara terbesar di dunia yang berpusat di Inggris dan Australia ini mulai menerapkan core competency mereka misalnya integritas dan ethics and value sejak tahun 2000. Yaitu, dengan mewajibkan karyawannya menandatangani perjanjian atau mereka sebut moral agreement yang berkaitan dengan kedua kompetensi utama tersebut.

BHP Billiton hingga kini memiliki sekitar 26 kompetensi bagi para proffesional nya yang terdiri dari beberapa fungsi untuk setiap jabatan. Sedangkan core competency ada sekitar 6 - 8 kompetensi yang dipakai setiap karyawan. "Misalnya untuk posisi HR, kami punya kompetensi seperti ethics & value, hiring dan staffing, interpersonal relationship," ujar Muliawan Margadana, HR Manager BHP Billiton Indonesia.

Menurut Muliawan, visi dan misi BHP Billiton yang abstrak itu perlu diterjemahkan dalam kehidupan sehari-hari di seluruh dunia. "Namun untuk BHP Bilition Indonesia, kami memilih core competency integritas dan kepercayaan karena disesuaikan dengan kondisi di Indonesia. Oleh karenanya setiap karyawan harus menandatangani perjanjian atau moral agreement yang isinya berkaitan dengan kompetensi integritas dan kepercayaan tersebut," papar Muliawan yang juga menjadi Tim Perumus Sistem Kompetensi Profesi Bidang Geologi dan Pertambangan.

Dalam mengidentifikasi kompetensi yang diberlakukan di BHP Billiton khususnya BHP Billiton Indonesia, disesuaikan dengan visi BHP Billiton Indonesia yaitu keselamatan kerja dan lingkungan, keberanian memelopori perubahan, saling menghargai satu sama lain dan menciptakan keuntungan melalui penemuan, pengembangan dan pengelolaan sumber daya alam dan memberikan solusi inovatif yang berorientasi pada pelanggan dan pasar . Makanya tak heran jika BHP Billiton Indonesia memiliki beberapa kompetensi penting berkaitan dengan visi dan misi tersebut yaitu action oriented, planning and organizing dan integrity.

"Maksudnya, perusahaan tidak hanya sekedar cari untung saja, tapi juga bagaimana agar kami tidak merusak alam, tetap menjaga kelestarian. Inilah yang membuat kami mengambil kompetensi integritas dan kepercayaan," lanjutnya kembali. Dalam membangun kompetensi yang ada di BHP Billiton Indonesia, Muliawan memaparkan bahwa pihaknya dibantu konsultan dalam mendifinisikan kompetensi yang jumlahnya sampai saat ini sekitar 74 kompetensi. Pihak konsultan juga membantu bagaimana cara melakukan pengukuran kompetensi karyawan, sementara proses pengukurannya dilakukan oleh BHP Biliton sendiri.

Untuk mengetahui keampuhan kompetensi yang diterapkan di perusahaan, Muliawan mengaku menggunakan cara "360 derajat". Jadi, penilaian tidak hanya dilakukan oleh atasan, tapi juga oleh rekan kerja setingkat dan bawahan. "Berbeda dengan performance atau kinerja karyawan. Kalau kinerja, yang menilai hanya atasan saja," tukasnya. Dengan cara demikian, diakui Muliawan akan terlihat jelas jika interpreneurship seorang karyawan. Tidak hanya terlihat bagus di mata pimpinan, tapi juga terlihat bagus di mata rekan sekerja dan bawahan.

Sejauh mana karyawan mencapai target kompetensi, menurut Muliawan, dibutuhkan cara yang tepat, yaitu dengan cara penentuan target dari kompetensi dasar setiap karyawan. Misalnya untuk sebuah posisi /fungsi marketing, kompetensi utamanya ada 10 macam, dengan skala ukur kepentingan antara 1-5. "Kemudian kami melihat posisi kompetensi karyawan ada di mana, apakah ada diskala 1, 3 atau bahkan sudah 5," jelasnya. Jika kompetensi karyawan masih berada dibawah target yang dibutuhkan oleh fungsi / jabatan tersebut , maka bagian human resource department (HRD) akan melanjutkan dengan Individual Development Plan.

Gap atau perbedaan tersebut, kata Muliawan lagi, ditindaklanjuti dengan membuat training need analysis yang sifatnya individual dan perusahaan secara keseluruhan. Training ini dilakukan sesuai dengan kebutuhan bisa satu training khusus untuk meningkatkan satu kompetensi atau untuk beberapa kompetensi sekaligus bagi setiap karyawan. "Dari sisi biaya, saya kira relatif. Bisa murah, bisa mahal. Misalnya Training leadership yang mencakup beberapa kompetensi sekaligus didalamnya seperti decision making, problem solving analysis, planning akan lebih murah bila pesertanya cukup banyak," Muliawan menegaskan hal ini. Hingga kini BHP Billiton mempunyai 250an karyawan dan 500an karyawan kontraktor. Ke-200 karyawan ada di posisi HR, finance, marketing, transport and logistic manager, government relation, community development, health safety and environment, engineering, exploration.

Dalam mengembangkan kompetensi selain dengan metode training, BHP Billiton juga melakukan dengan cara lain seperti International Mentoring Program yaitu mengirimkan karyawan ke operasi lain yang lebih matang di luar negeri dalam bentuk on the job training.

portalhr.com

Artikel sebelumnya

Media Partner

Edisi 76 Juli - Agustus 2010
Masa Depan SDM Sekretaris, Tetap Eksis di Segala Situasi dan Kondisi