Majalah Human Capital » Edisi Sebelumnya » Strategi HR

 

Bukan Menggantang Asap - PT. Smart Tbk

No. 12 - Maret 2005

Munculnya pelatihan-pelatihan mengenai kecerdasan spiritual, menambah warna karakter manusia. Namun bagaimana hasil dan penerapannya terhadap perkembangan dan kinerja organisasi atau perusahaan, masih perlu dilakukan penelitian yang mendalam. Berikut pendangan PT. SMART Tbk. terhadap fenomena ini.

Di abad 21 ini, kesuksesan seseorang itu tidak hanya didukung oleh kecerdasan intelektual saja. Tahun 1995, melalui penemuan Daniel Goleman, dalam bukunya Working With Intelligence berhasil merubah paradigma itu dengan menyatakan bahwa keberhasilan seseorang itu disebabkan juga oleh kecerdasan emosional (EQ).

Dikatakan bahwa manusia memang bisa berhasil dengan kecerdasan intelektual dan emosional, namun demikian orang itu belum tentu dapat hidup tenang, tenteram dan bahagia baik di dunia maupun akhirat yang merupakan arti penting dalam hidup. Untuk memahami hal itu, manusia tidak hanya perlu untuk mengembangkan kecerdasan intelektual dan emosional tapi juga harus dilandasi oleh kecerdasan spiritual, di mana manusia bisa mencari makna kehidupan yang sesungguhnya.

Dikatakan Cerah Iskradono, Training Manager PT. SMART Tbk. bahwa hal yang serupa dengan penuh daya dengan pelatihan kecerdasan spiritual demikian sudah dilakukan oleh Mark Moody, Senior Executive Shell. Pada tahun 1999, Mark memberikan terapi spiritual kepada 550 orang eksekutifnya dengan mengundang para biksu.

Kemudian pada tanggal 11-12 April 2002, di Harvard University, juga diadakan seminar. Dalam seminar tersebut para pakar sepakat bahwa keberadaan suatu organisasi dapat bertahan selama bertahun-tahun karena ada spiritualitas dalam semua anggota organisasinya. Melalui seminar tahun 2002 di Harvard tersebut terdapat beberapa hal yang disepakati terkait dengan kecerdasan spiritual.

Ada lima hal yang membuat perusahaan dapat bertahan yaitu pertama, kecerdasan spiritual bisa membuat seseorang memiliki integritas yang tinggi. Sehingga orang akan bekerja dengan kejujuran dan totalitas yang tinggi terhadap perusahaan. Kedua, kecerdasan spiritual bisa memberikan energi. Orang yang memiliki kecerdasan spiritual yang tinggi tidak akan mengenal lelah dalam bekerja karena ada semacam energi yang sangat luar biasa sehingga bekerja dianggap sebagai ibadah.

Ketiga, kecerdasan spiritual dapat membuat seseorang menjadi bijaksana. Orang tersebut akan mendengarkan masukan dari orang lain sehingga orang tersebut dapat bersikap bijaksana dan adil dalam mengambil keputusan. Keempat, kecerdasan spiritual membuat seseorang mempunyai keberanian. Orang tersebut akan berusaha keras untuk dapat menghadapi tantangan yang ada dalam pekerjaan untuk mencapai tujuan organisasi. Kelima, kecerdasan spiritual dapat menimbulkan inspirasi. Artinya bisa memberi inspirasi bagi kita untuk membuat inovasi-inovasi baru, lebih kreatif.

Di PT SMART sendiri hal-hal mengenai kecerdasan spiritual sudah sesuai dengan budaya perusahaan, di mana karyawan itu harus jujur, rajin,setia, tekun dan hemat. Dari Eka Wijaya yang merupakan pimpinan dari perusahaan ini sudah menerapkan itu dan dengan nilai-nilai itu perusahaan ini bisa berkembang.

Untuk pelatihan yang terkait dengan kecerdasan spiritual, di perusahaan ini tidak spesifik disebut sebagai training kecerdasan spiritual. Di PT. SMART dikenal training, motivasi, pengembangan pribadi dan sebagainya yang juga dilandasi dengan nilai-nilai kebaikan dan menyentuh hati nuraninya juga, sama dengan kecerdasan spiritual. Training yang dilakukan misalnya minta seorang karyawan untuk mengingat kembali pengalaman masa lalunya di mana dapat membuat dia berubah menjadi baik.

Cerah yang mengaku juga baru mengikuti pelatihan ESQ, mengatakan bahwa dampak yang paling dirasakannya setelah mengikuti pelatihan tersebut adalah bahwa ia merasa terproses secara sistematis, sehingga bisa dikatakan seperti orang yang dilahirkan kembali. "Saya bisa lebih tenang, tenteram, damai karena yakin apa yang kita lakukan itu ternyata yang sudah betul," tegasnya.

Pada saat perekrutan, kecerdasan spiritual dapat terlihat melalui tes wawancara. Kemudian karyawan tersebut diikutsertakan ke dalam pelatihan atau orientasi yang memperkenalkan pada budaya, tujuan dan struktur perusahaan. Karena mungkin bahwa orang yang memiliki kecerdasan intelektualnya tinggi dan tidak diimbangi dengan kecerdasan spiritual yang baik maka bisa saja orang tersebut pintar tapi jadi sok pintar, sehingga orang lain tidak menghormati dia dan orang itu juga tidak akan membantu ia untuk maju.

portalhr.com

Artikel sebelumnya

Artikel terkait

Media Partner

Edisi 71 Februari 2010
Selamatkan Bumi Kita Let's Go Green