Majalah Human Capital » Edisi Sebelumnya » Strategi HR

 

Bukan Menggantang Asap - PT. Bank Mandiri (Persero) Tbk

No. 12 - Maret 2005

Kecerdasan spiritual (SQ) bagi Bank Mandiri, sudah menjadi perhatian utama sejak keempat bank yaitu Bank Exim, Bank Dagang Negara, Bank Bumi Daya dan Bapindo dilebur menjadi satu pada tahun 1999. Lewat paradigma dalam manajemen etika Bank Mandiri, setiap karyawan diperlakukan secara strategis untuk memberikan suatu nilai yang diharapkan terhadap perusahaan.

SQ erat kaitannya dengan kecerdasan emosi atau EQ. Kendati Bank Mandiri lebih terfokus kepada perilaku karyawan terutama dalam hal rekrutmen dan training, tetap perilaku tersebut berakar dari SQ. Menurut I Nengah Rentaya, Senior Vice President Human Capital Group Bank Mandiri, penerapan ini sudah dimulai sejak tahun 2000, dimana seluruh pegawai yang masuk Bank Mandiri, diwajibkan mengikuti tes atau biasa disebut attitude test, yaitu logical listening test, logical dan critical test, baik secara verbal maupun numerik. Sementara untuk level-level tertentu, dilanjutkan dengan wawancara perilaku atau soft skill karyawan melalui assessment center. "Kami menilai perilaku yang ada di diri karyawan, bukan hal-hal yang tampak," kata Nengah saat ditemui HC di ruangannya.

Saat merekrut karyawan, Bank Mandiri punya salah satu program yang namanya officer development program (ODP), atau dikenal dengan sebutan management trainee. Program ODP berbasis pada perilaku. Dalam ODP, dirumuskan kompetensi-kompetensi seperti adaptability, positive working, relationship,communication, decition making, integrity dan sebagainya. Poin-poin tersebut, menurutnya lagi, key action-nya adalah tindakan. Sehingga, apa yang tercantum dalam SQ, sudah tercakup dalam komponen kriteria sukses.

Dalam komponen EQ, terbagi dua kelompok, personal competent dan social competent. Di personal competent, terdapat self awareness, self regulation, self motivation, dan sebagainya. "Action yang termasuk dalam kategori self awareness di tempat kami pun diterjemahkan. Jadi, kami bicara tentang perilaku yang jelas berkaitan dengan EQ," papar pria kelahiran Tabanan, Bali, 46 tahun lalu. EQ dan SQ, bukanlah barang baru. Justru yang harus dibahas adalah proses. Sayangnya, kebanyakan orang melihat tidak dari proses itu sendiri, malah hasilnya saja. "Saya percaya, satu proses yang baik dan benar menjamin akan menghasilkan suatu hasil yang baik," ia menanggapi hal ini kembali.

Nilai agama yang dikenal dalam SQ, sifatnya lebih universal. "Saya sepaham dengan itu, karena kita hidup harus seimbang. Kita tidak mungkin hidup hanya berpikir dari sisi bisnis saja. Bank Mandiri juga punya budaya yang harus kami bina," katanya antusias Budaya tersebut, berhubungan kepada Yang Di Atas. Dikatakan lagi, setiap orang yang bekerja, pasti arahnya akan kesitu pula. Seseorang tidak mungkin dalam sekejap memunculkan nilai ekonomisnya saja, tapi juga apa sih kiblat di belakang itu semua. "Makanya waktu kami merekrut pegawai baru, pondasi-pondasi yang seperti itu memang melandasi." Contohnya adalah integritas, bagaimana melakukan komunikasi yang baik yang semuanya berdasarkan SQ. "Komunikasi kan tidak hanya sekedar ngomong saja, harus ada nilainya."

Ia menambahkan, Bank Mandiri tidak mencari orang pintar tapi tidak bisa bekerja dengan efektif. Harus ada keseimbangan antara EQ, IQ dan SQ, sehingga bisa menghasilkan suatu proses kerja yang efektif dan produktif. "Kami percaya kalau seseorang mempunyai kemampuan logika yang baik, dia akan bisa dengan cepat berbicara, bukan semata-mata prosedur saja karena prosedur kami yang buat. Artinya kalau memang ada hal-hal penyimpangan, maka pasti akan mengajukan semacam revisi sepanjang dia menganggap itu tidak cocok dengan kebutuhan." Lewat ODP, Bank Mandiri tidak semata-mata melihat berdasarkan latar belakang pendidikan saja, tapi juga perilaku yang bisa menghasilkan kerja yang efektif dan produktif.

Untuk mengukur kejujuran, Bank Mandiri memiliki rambu-rambu, di antaranya adalah "Perilaku 3 Knows". Salah satunya berisi, karyawan tidak diperbolehkan menerima atau memberi apapun kepada nasabah atau relasi bisnis yang dapat mempengaruhi aktivitas kerja. "Karyawan Mandiri juga diharapkan tepat waktu dan tidak membuat kesalahan. Kalau itu terjadi, sanksinya berat yaitu dikeluarkan. Sekecil apapun kesalahan kalau sudah menyangkut kriminal, itu dianggap berat," tegas Nengah.

Perlukah SQ diterapkan di Bank Mandiri terutama dalam rekrutmen atau training? Nengah menjawab bahwa untuk rekrutmen, Bank Mandiri sudah punya empat jalur rekrutmen, yaitu jalur front liner, jalur pegawai back office yang sifatnya klerikal, jalur ODP, dan jalur berpengalaman atau special hire. Bahkan untuk level Vice President dan Senior Vice President ke atas, digunakan pula assessment center. "Setiap karyawan diklasifikasi berdasarkan pertimbangan kemampuan keahlian masing-masing agar ke depannya kami bisa memiliki standar perilaku yang benar."

Bank Mandiri sendiri menganut paradigma, dalam manajemen etika di setiap orang adalah strategy partner. Sebagai aset, karyawan diperlakukan secara strategi, jadi harus menghasilkan suatu nilai terhadap perusahaan. Itu kewajiban para manajer untuk me-maintain-nya, supaya si aset ini memberikan return yang paling maksimal. Sebagai partner, harus memberikan reward, ada insentif berbasis kompetensi. Mereka yang memberikan return yang baik, disamping dapat reward mereka juga dapat investasi dalam bentuk pendidikan yang lebih.

"Jadi, yang namanya EQ dan SQ itu memang sudah diterapkan di kami walau istilahnya beda tapi maknanya sama," jawabnya lagi. Sehingga jika sekarang banyak bermunculan orang-orang dengan metode EQ dan SQ seperti Ary Ginanjar, Steven Covey, I Gede Prama, diakui Nengah itu bukanlah hal yang baru. "Itu sudah lama ada, jadi hanya tambahan saja. Tapi hal ini bagus, Kami tidak berdasarkan mereka, tapi apapun yang muncul dalam itu, ada dalam proses kami." Bank Mandiri memang mencari kader yang memiliki potensi tersebut. Lanjutnya, EQ dan SQ kan bukan hanya satu faktor kompetensi, tapi dari berbagai kompetensi. Apalagi mengingat perilaku yang diproyeksikan Bank Mandiri adalah untuk kepentingan jangka panjang.

portalhr.com

Artikel sebelumnya

Artikel terkait

Media Partner

Edisi 71 Februari 2010
Selamatkan Bumi Kita Let's Go Green