PortalHR

IDSL

Compensation & Benefit

photo

Upah Pokok dan Tunjangan Tetap

Oleh : Wiwiek Wijanarti
Tentang Penulis
Kamis, 10 Mei 2007 - 10:00 WIB

Pertanyaan

Saya seorang karyawan. Ketika saya membaca mengenai Peraturan Tenaga Kerja tahun 2003 mengenai permasalahan upah, saya masih bingung untuk menguraikan apa saja yang termasuk dalam upah pokok dan tunjangan tetap menurut undang-undang. Mohon bantuannya. Terima Kasih


Prapanca


Jawaban

Salam,

Komponen penghasilan/upah memang tidak diatur secara khusus dalam UU no 13 tahun 2003 tentang ketenagakerjaan. UU tersebut lebih memperhatikan hal-hal yang berkaitan dengan perlindungan upah, antara lain :
1. Tidak boleh membayar upah lebih rendah dari Upah Minimum Propinsi (UMP) yang ditetapkan pemerintah,
2. Dalam hal komponen upah terdiri dari upah pokok dan tunjangan tetap maka besarnya upah pokok sedikit-dikitnya 75% (tujuh puluh lima perseratus) dari jumlah upah pokok dan tunjangan tetap,
3. Pengusaha tetap membayar upah bila pekerja tidak masuk karena sakit, dll
Penetapan komponen penghasilan /upah diatur sendiri oleh perusahaan dan biasanya dicantumkan dalam peraturan perusahaan.

Sayang Anda tidak menyebutkan komponen penghasilan yang Anda peroleh saat ini sehingga saya tidak dapat langsung menguraikan mana yang termasuk upah pokok dan mana yang termasuk tunjangan tetap.

Sebagai gambaran umum, komponen upah dapat terdiri dari Upah Pokok, Tunjangan Tetap dan Tunjangan Tidak Tetap. Berikut saya uraikan mengenai karakteristik dari masing-masing komponen:

1. Upah Pokok ditetapkan berdasarkan jenis pekerjaan yang dilakukan dan kompetensi pekerja. Upah pokok ini bersifat tetap, tidak boleh turun atau dipotong.

2. Tunjangan tetap biasanya diberikan jika ada perbedaan status dan atau adanya tugas tambahan:
- Tunjangan jabatan diberikan pada pekerja yang menempati jabatan struktural dalam perusahaan seperti menjadi koordinator / supervisor / kepala bagian dst
- Tunjangan komunikasi diberikan kepada karyawan yang menjalankan tugas tertentu yang dalam pelaksanaan kerja membutuhkan banyak komunikasi dengan klien / relasi perusahaan.
- Tunjangan keluarga diberikan kepada pekerja yang telah memiliki tanggungan istri dan atau anak
- Tunjangan kemahalan diberikan kepada pekerja yang ditugaskan ke daerah yang biaya hidupnya lebih mahal dari tempat semula

Tunjangan tetap dapat berubah jika terjadi perubahan status seperti:
- Tidak mendapat tunjangan jabatan jika ybs tidak lagi menjadi koordinator / supervisor.
- Tidak diberi tunjangan komunikasi jika ybs dipindahtugaskan dan menangani tugas yang tidak perlu komunikasi dengan klien.
- Tunjangan keluarga berkurang jika misalnya anak ybs meninggal.
- Tidak mendapat tunjangan kemahalan jika kemudian kembali bertugas ke daerah semula

3. Tunjangan Tidak Tetap ditujukan untuk menunjang kegiatan operasional pekerja. Tunjangan ini bersifat variabel, biasanya diberikan berdasarkan jumlah kehadiran. Jika tidak masuk kerja tidak diberikan, seperti Tunjangan Makan, Tunjangan Transpor, Insentif kehadiran dll.

Demikian penjelasan yang dapat diberikan, semoga bermanfaat.

Salam Hangat,
‘Wiek


Anda dapat mengirim pertanyaan konsultasi dengan mengisi form berikut.




Komentar Terkini

Gudang Data

Event HR