PortalHR

HRIS Expo & Conference

Compensation & Benefit

photo

Upah Dipotong apabila Karyawan Mangkir?

Oleh : Wiwiek Wijanarti
Tentang Penulis
Kamis, 28 Juni 2007 - 5:15 WIB

Pertanyaan

Dalam sebuah pembahasan di ruang klinik kita ini, tertulis :
"Upah Pokok ditetapkan berdasarkan jenis pekerjaan yang dilakukan dan kompetensi pekerja. Upah pokok ini bersifat tetap, tidak boleh turun atau dipotong".
Apa bisa dijelaskan lebih detail? Bagaimana kalau dalam kasus karyawan ybs mangkir? Apa upah pokok tetap tidak bisa/tidak boleh dipotong?
Bagaimana apabila hal pengaturan pemotongan upah mangkir tersebut telah diatur dalam peraturan perusahaan/kesepakatan kerja bersama? Apakah Peraturan/kesepakatan tersebut harus diubah? Terima kasih

Salam hangat


Kristiawan


Jawaban

Salam,

Untuk karyawan yang mangkir, sanksi yang diberikan bukan pemotongan upah pokok tapi diberikan surat peringatan dan jumlah hari mangkir mengurangi jumlah hak cuti ybs. Jika mangkir 5 hari berturut-turut dan telah dipanggil 2 kali oleh perusahaan dan tidak dapat memberikan keterangan yang dapat diterima oleh perusahaan maka karyawan tersebut dapat di PHK.

Jika ingin memotong upah sebagai sanksi dari mangkir dapat dilakukan untuk komponen upah lainnya yang berupa tunjangan, bukan upah pokok, misalnya tunjangan makan, transpor, insentif, dll. Dalam UU no 13-2003 besarnya upah pokok sedikit-dikitnya 75% (tujuh puluh lima perseratus) dari jumlah upah pokok dan tunjangan.

Yang dapat dipotong upahnya adalah karyawan yang dibayar harian. Jika ybs. tidak masuk kerja maka ybs tidak mendapatkan upah.

Demikian disampaikan, semoga jelas.

Salam Hangat,


Anda dapat mengirim pertanyaan konsultasi dengan mengisi form berikut.




Komentar Terkini

Gudang Data

Event HR