PortalHR

HR Strategis

photo

Mohon Penjelasan tentang Balance Scorecard

Oleh : Irwan Rei
Tentang Penulis
Kamis, 8 Februari 2007 - 10:00 WIB

Pertanyaan

Yth. Bp. IrwanSaya ingin menanyakan apa yang dimaksud BALANCE SCORECARD. Tolong dijelaskan karena banyak saya baca dikoran-koran dan majalah tentang hal tersebut.Mohon penjelasannya. Terimakasih

Best regards,Irwan


Irwan


Jawaban

Halo Pak. "Scorecard" itu arti harafiahnya adalah "rapot", atau laporan kinerja (performance), mirip seperti yang digunakan oleh seorang mahasiswa ketika belajar. Terutama di masa lalu, isi scorecard perusahaan umumnya terfokus pada hal-hal yang sifatnya finansial saja, sepertiSales, Profit, ROE, ROA, EBITDA dll.

Kaplan dan Norton dari Harvard lalu mempelajari bahwa laporan kinerja keuangan perusahaan bukanlah alat prediksi yang baik bagi tingkat kinerja dan kelangsungan hidup perusahaan di masa depan. Studi yang mereka lakukan atas demikian banyak perusahaan memperlihatkan bahwa faktor-faktor non-finansial seperti tingkat kepuasan pelanggan, inovasi produk dan jasa, maupun efisiensi proses kerja mempengaruhi kinerja organisasi di masa depan.

Sehingga mereka menganjurkan bahwa selain faktor-faktor finansial, perusahaan sebaiknya juga memperhatikan dan mengukur kinerja mereka di bidang non-finansial tadi. Artinya, laporan kinerjanyapun seimbang ("scorecard" yang "balanced"); tidak hanya faktor finansial yang diperhatikan, namun juga yang non-finansial. Studi-studi mereka memperlihatkan bahwa faktor-faktor finansial dan non-finansial ini dapat dikelompokkan menjadi empat kelompok besar, yang disebut perspektif, yaitu "financial" (berhubungan dengan keuangan), "customer perspective" (berhubungan dengan pelanggan), "internal business process perspective" (proses bisnis atau proses kerja di dalam perusahaan) dan "learning & growth perspective" (berhubungan dengan pembelajaran, SDMdan usaha-usaha organisasi untuk terus-menerus memperbaiki diri dan bertumbuh).

Jadi kalau yang diukur di perspektif/bagian keuangan adalah sales, profit, net margin, maka di perspektif customer, hal-hal yang diukur misalnya bisa tingkat kepuasan pelanggan, market share, dan untuk perspektif "business process", hal-hal yang diukur misalnya "volume produksi", "defect rate", dll. Keempat perspektif ini saling berhubungan dalam hubungan "sebab-akibat" ("cause and effect") dan umumnya digambarkan dengan apa yang disebut dengan "strategy map" suatu peta yang menggambarkan strategi organisasi didalam menghasilkan nilai tambah.

Sebagai ilustrasi, perusahaan mendapatkan angka penjualan dan keuntungan yang tinggi ("akibat") karena berhasil memuaskan pelanggan ("sebab"). Kepuasan pelanggan ("akibat") bisa didapatkan karena perusahaan menghasilkan produk unggulan ("sebab") yang dihasilkan melalui proses kerja yang efisien, dan proses kerja yang efisien itu dihasilkan oleh pekerja-pekerja yang kompeten dan memiliki semangat kerja yang tinggi.

Satu pemahaman yang sering tidak akurat atas konsep Balanced Scorecard adalah bahwa hanya ada empat perspective di dalam Balanced Scorecard. Padahal "perspective" ini hanyalah pengelompokkan umum atas proses pertambahan nilai yang umumnya terjadi di dalam organisasi, yang jumlahnya tidak harus empat. Tulisan-tulisan awal dari Kaplan dan Norton bahkan memperlihatkan contoh-contoh scorecard yang terdiri dari lima atau lebih perspektif, walau empat sering menjadi norma umum.

Berapapun jumlah perspektif, yang penting scorecard yang dihasilkan secara keseluruhan ini menggambarkan strategi pertambahan nilai di dalam organisasi.Untuk informasi lebih detil, Bapak dapat membaca buku-buku dan artikel-artikel yang ditulis oleh Kaplan dan Norton maupun oleh penulis lainnya.Sekian dulu dan semoga membantu.


Anda dapat mengirim pertanyaan konsultasi dengan mengisi form berikut.




Komentar Terkini

Gudang Data

Event HR