PortalHR

HRIS Expo & Conference

HR Strategis

photo

Pengaruh Motivasi dan Gaya Kepemimpinan terhadap Kinerja

Oleh : Rizki Nugroho FA MM
Tentang Penulis
Rabu, 28 November 2012 - 6:08 WIB

Pertanyaan

Saya sedang menyusun skripsi dengan judul pengaruh motivasi dan gaya kepemimpinan terhadap kinerja. Apakah tidak keterlaluan menilai pimpinan itu, dan apakah bawahan berani menilai atasan Gaya kepemimpinan apa yang cocok diterapkan untuk organisasi?


Alfa Yudistira


Jawaban

Yth. Saudara Alfa Yudistira di Banyuwangi,

Wah judul skripsinya bagus dan menarik sekali, sepertinya penelitian dan artikel tentang ini sudah cukup banyak dan dapat dicari di internet. Namun saya coba memberikan gambaran sejauh pengetahuan dan pemahaman saya terhadap gaya kepemimpinan (leadership style) dan pengaruhnya terhadap motivasi kerja. Pertama, ketahui bahwa kepemimpinan layaknya manajemen yang dapat didefinisikan sebagai sebuah seni atau tata cara dalam manajemen, mengelola sekelompok orang atau dalam kontek organisasi untuk memberikan “arahan” demi mencapai tujuan secara bersama-sama. Saya tidak akan secara jauh membahas definisi dan teori kepemimpinan, karena definisi dan sudut pandang yang diutarakan para pakar ada banyak sekali.

Dan kembali kepada pertanyan yang diajukan bahwa, gaya kepemimpinan ini tidak dapat dinilai benar-salahnya, pemimpin yang cakap adalah pemimpin yang dapat menyesuaikan gaya kepemimpinannya bergantung pada situasi dalam organisasi, perkembangan yang ada dan tantangan yang dihadapi. Ingat strategi dan gaya manajemen organisasi dipengaruhi kondisi lingkungan diluar organisasi dan didalam organisasi sendiri, karena faktor manusia dalam organisasi menyebabkan organisasi bersifat dinamis dan mempunyai fase yang berubah-ubah tergantung kekuatan faktor pendorong perubahan.

Disisi lain, motivasi juga mempunyai faktor dan kondisi tersendiri. Pendekatan psikologi atas teori-teori motivasi juga beragam, namun jika mengacu kepada salah satu pendekatan dari Piramida Maslow, bahwa kebutuhan manusia itu tidak hanya berupa kebutuhan fisik, tapi ada hal lain seperti aktualisasi diri, dan lain-lain. Perkaya pemahana juga dengan membaca faktor-faktor “Employee Engagement”, pendekatan ini lebih menekankan tingkat “engagement” karyawan terhadap perusahaan tidak hanya dengan adanya dukungan pemimpin tapi juga hal-hal lain.

Seorang pemimpin yang bijak, tentu juga harus mendengarkan penilaian dari pihak lain terutama dari bawahan atau orang-orang yang dipimpinnya. Hal ini tentu akan menjadi masukan untuk perbaikan kedepan. Bahkan menurut saya, seorang pemimpin sebaiknya secara berkala melakukan diskusi dan survei atas dirinya, gaya kepemimpinan maupun keputusan-keputusan yang telah dibuatnya. Tanpa bermaksud menyalahkan satu atau yang lain, tapi lebih sebagai upaya perbaikan dan pembelajaran bersama hingga meningkatkan kebersamaan dalam organisasi/kelompok kerja.

Mudah-mudahan dapat membantu menjawab pertanyaan yang disampaikan, jika ada pertanyaan lain dapat disampaikan twitter saya @Rizki_Nugroho atau @Peopleconsul_id. Terima kasih


Anda dapat mengirim pertanyaan konsultasi dengan mengisi form berikut.




Komentar Terkini

Gudang Data

Event HR