PortalHR

Idul Fitri

Hubungan Karyawan

photo

Ijazah Ditahan Perusahaan Padahal Sudah Resign

Oleh : David Tampubolon
Tentang Penulis
Senin, 20 Januari 2014 - 11:47 WIB

Pertanyaan

Apakah saya boleh menuntut jika ijazah saya masih ditahan di perusahaan tempat saya bekerja? Padahal saya sudah resmi resign dari sana, dan saya juga merasa dirugikan karena gaji saya yang di bawah UMR dan tidak ada uang lembur jika bekerja lebih dari jam kerja. Padahal perusahaan ini cukup besar dan terkenal. Terima kasih.


Alifah


Jawaban

Dear Mbak Alifah,

Kami turut prihatin dengan kondisi yang Mbak Alifah alami saat ini.

Mengenai penahanan ijazah Mbak Alifah oleh perusahaan, sepanjang merupakan kesepakatan antara kedua belah pihak maka hal tersebut dengan berat hati kami sampaikan bahwa dapat diperbolehkan dikarenakan sampai dengan saat ini belum ada satu ketentuan peraturan apapun yang melarang mengenai praktek penitipan ijazah seperti ini. Namun kami menekankan tentang perlunya pengaturan mengenai kesepakatan apa saja yang disetujui oleh kedua belah pihak, termasuk tata cara penyerahan ijazah, tanda terima ijazah, tempat penyimpanan ijazah yang aman sampai dengan proses penyerahan ijazah kembali kepada karyawan oleh perusahaan.

Serta wajib sesuai dengan pasal 1320 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata mengenai syarat sahnya perjanjian yang berbunyi sebagai berikut: Supaya terjadi persetujuan yang sah, perlu dipenuhi empat syarat;

1.      Kesepakatan bagi mereka yang mengikatkan dirinya;

2.      Kecakapan untuk membuat suatu perikatan

3.      Suatu pokok persoalan tertentu;

4.      Suatu sebab yang tidak terlarang

Khusus mengenai syarat kesepakatan/konsensualisme (pasal 1320 ayat 1 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata), ada beberapa teori yang menyatakan bahwa syarat kesepakatan baru terjadi jika kedua belah pihak memiliki kebebasan untuk berkehendak, tanpa paksaan atau tekanan, baik fisik maupun psikis dalam membuat perjanjian. Jika semua hal itu tidak terjadi, maka dengan sendirinya syarat kesepakatan pun tidak terpenuhi. Apalagi sampai memberikan upah dibawah UMR dan tidak membayar lembur. Dan dengan senang hati kami menyatakan bahwa hal seperti itu tidak dapat diperbolehkan.

Sehingga penahanan ijazah yang dilakukan oleh perusahaan menjadi perbuatan melawan hukum yaitu berupa penggelapan sesuai dengan pasal 372 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana yang berbunyi sebagai berikut:

Barangsiapa dengan sengaja melawan hukum memiliki barang sesuatu yang seluruhnya atau sebagian adalah kepunyaan orang lain, tetapi yang ada dalam kekuasaannya bukan karena kejahatan diancam karena penggelapan, dengan pidana penjara paling lama empat tahun.

Kami menyarankan apabila terjadi situasi di mana ijazah karyawan tetap ditahan dan tidak dikembalikan setelah yang bersangkutan berhenti bekerja, bisa diupayakan dengan cara-cara kekeluargaan terlebih dahulu. Jika upaya kekeluargaan tersebut gagal, barulah ditempuh gugatan untuk menuntut kepada perusahaan atas dasar perbuatan melawan hukum karena penggelapan.

Perusahaan yang menahan ijazah pada umumnya disebabkan karena perpindahan karyawan (turn over) mereka tinggi. Perusahaan menjadi kerepotan karena karyawan tidak betah kerja lalu keluar. Sedangkan untuk merekrut karyawan baru tentu makan waktu, tenaga, dan biaya yang tidak sedikit. Lalu langkah yang mereka lakukan untuk mencegah perpindahan karyawan (turn over) yang tinggi diberlakukan penahanan ijazah agar setidaknya karyawan dapat bertahan di perusahaan karena ada barang kepunyaan milik karyawan yang ditahan oleh perusahaan. Padahal berdasarkan informasi yang Mbak Alifah berikan, sebab perpindahan karyawan (turn over) yang tinggi, dikarenakan menerima gaji dibawah UMR dan tidak memperoleh uang lembur sesuai dengan ketentuan peraturan ketenagakerjaan yang berlaku, sehingga karyawan lalu keluar dan mencari pekerjaan di tempat lain.

Demikian pendapat kami semoga dapat membantu Mbak Alifah. Selamat berkarya.


Anda dapat mengirim pertanyaan konsultasi dengan mengisi form berikut.




Komentar Terkini

Gudang Data

Event HR