Bila Pertanggungan Kecelakaan Kerja Melebihi Plafon Jamsostek | PortalHR.com

PortalHR

IDSL

Hubungan Karyawan

photo

Bila Pertanggungan Kecelakaan Kerja Melebihi Plafon Jamsostek

Oleh : David Tampubolon
Tentang Penulis
Senin, 2 September 2013 - 1:11 WIB

Pertanyaan

Pertanggungan kecelakaan kerja oleh pihak Jamsostek maksimal sebesar 20 juta, bila biaya yang terjadi melebihi plafon yang ada maka selisih biaya tersebut menjadi tanggungan/beban siapa? Dan apa dasar hukumnya? Apakah ada UU yang mengatur hal tersebut.


Sienly


Jawaban

Dear Ibu Sienly,

Benar apa yang Ibu Sienly sampaikan, dan sesuai dengan PP No 53 tahun 2012, Pasal I. Ayat B menyatakan bahwa Seluruh biaya yang dikeluarkan untuk peristiwa kecelakaan tersebut pada B.1. sampai dengan B.8. dibayar maksimum sebesar Rp 20.000.000,00 (dua puluh juta rupiah).

Lalu mengenai kelebihan plafon tidak disebutkan secara jelas dalam Peraturan Pemerintah ini.

Dan dalam bacaan yang tertera pada link berikut: “Biaya Pengobatan Karyawan Melebihi Santunan Jamsostek”, menyebutkan bahwa perusahaan tidak berkewajiban untuk menanggung seluruh biaya tersebut, namun kelebihan plafon ini pada prakteknya ditanggung terlebih dahulu oleh perusahaan dan dibayarkan ke rumah sakit. Baru kemudian di klaim kepada Jamsostek. Yang tidak ditanggung oleh Jamsostek tidak serta merta menjadi tanggungan Perusahaan. Dan merujuk kepada Peraturan Perusahaan atau Perjanjian Kerja Bersama, apakah terdapat pengaturan mengenai hal ini atau tidak. Bila tidak diatur, sebaiknya dibicarakan antara wakil perusahaan dan karyawan atau wakilnya guna mencari langkah yang sama-sama menguntungkan secara musyawarah.

Perlu diingat bahwa perlindungan yang diberikan oleh Jamsostek adalah perlindungan standar dari perusahaan kepada karyawan. Dalam prakteknya, Perusahaan tidak dilarang untuk mencari asuransi lain yang lebih baik lagi dari pada perlindungan standar Jamsostek. Bahkan ada yang ganda, Jamsostek juga ikut dan asuransi kesehatan dengan provider yang berbeda juga ikut. Namun jangan sampai mencari asuransi lain hanya dari pertimbangan harga semata kemudian tidak mempertimbangkan manfaat yang akan diterima oleh karyawan. Apalagi sampai mengurangi manfaat yang sudah pernah diterima oleh karyawan kemudian dikurangi bahkan dihilangkan sama sekali sehingga menimbulkan kekecewaan dari karyawan. Pasti hal ini akan berdampak negative juga kepada perusahaan.

Coba lihat bacaan dalam link berita Antara Jatim berikut ini, yang diberikan tanggungan biaya oleh perusahaan tersebut adalah karyawan alih daya, bukan karyawan inti dari perusahaan tersebut. Jika untuk karyawan alih daya saja diberikan tanggungan sampai seperti itu, bagaimana dengan karyawan inti dari perusahaan tersebut? Pasti mereka merasa terjamin dan tidak pernah khawatir ketika bekerja namun mereka tetap waspada dan menjaga tingkat kehati-hatiannya ketika bekerja. Dan jikalau perusahaan tersebut mencari karyawan, bagaimana prospek dari employer branding perusahaan tersebut? Pasti baik dan tidak akan kesulitan ketika perusahaan seperti ini akan mencari karyawan baru.

Demikian pendapat kami semoga dapat membantu Ibu Sienly. Selamat berkarya.

David Tampubolon

 


Anda dapat mengirim pertanyaan konsultasi dengan mengisi form berikut.




Komentar Terkini

Gudang Data

Event HR

idsl