Rasio Jumlah Karyawan dengan Jumlah Kamar | PortalHR.com

PortalHR

IDSL

Compensation & Benefit

photo

Rasio Jumlah Karyawan dengan Jumlah Kamar

Oleh : David Tampubolon
Tentang Penulis
Rabu, 3 April 2013 - 8:46 WIB

Pertanyaan

Bagaimana menghitung rasio jumlah karyawan dengan total jumlah kamar? Apakah penghitungan rasio hanya menyertakan jumlah karyawan tetap dengan karyawan kontrak atau termasuk dengan daily worker dan outsourcing? Bagaimana dengan jumlah karyawan dengan tiap-tiap departemen?  


Rendra Hapsoro


Jawaban

Dear Pak Rendra Hapsoro,

Kami mencoba memahami pertanyaan yang Bapak berikan, yakni pada umumnya mengenai fasilitas kesejahteraan karyawan dan secara khusus untuk fasilitas kamar yang Bapak maksudkan adalah tempat tinggal/rumah bagi pekerja/buruh.

Sehubungan dengan domisili Bapak di Karawang, oleh karena itu kami akan mencoba menjelaskannya berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Karawang Nomor 1 Tahun 2011 tentang Penyelenggaraan Ketenagakerjaan.

Dimana dalam Bab XI mengenai Fasilitas Kesejahteraan pada Pasal 40 tertulis

Ayat (1) Setiap Perusahaan wajib menyelenggarakan atau menyediakan fasilitas kesejahteraan pekerja/buruh antara lain:

a.       Pelayanan keluarga berencana

b.      Tempat penitipan bayi

c.       Tempat laktasi

d.      Perumahan pekerja/buruh

e.       Fasilitas seragam kerja

f.        Fasilitas K3

g.       Fasilitas beribadah

h.      Fasilitas olah raga

i.         Fasilitas kantin

j.         Fasilitas kesehatan

k.       Fasilitas rekreasi

l.         Fasilitas istirahat

m.    Koperasi

n.      Angkutan antar jemput pekerja

Ayat (2) Penyelenggaraan fasilitas kesejahteraan pekerja/buruh sebagaimana dimaksud pada ayat (1), dilaksanakan dengan memperhatikan kebutuhan pekerja/buruh dan kemampuan perusahaan.

 

Berdasarkan Pasal 40 ayat 1, dijelaskan bahwa setiap perusahaan tanpa terkecuali berkewajiban menyediakan fasilitas kesejahteraan bagi seluruh pekerja/buruh yang salah satunya disebutkan Perumahan pekerja/buruh (butir d). Dalam ayat 1 ini tidak dijelaskan mengenai rasio jumlah karyawan, maupun dibedakan antara status karyawan dan dari departemen mana karyawan tersebut berasal.

Sedangkan dari pertanyaan yang Bapak berikan, kami menarik informasi bahwa perusahaan Bapak sudah memberikan fasilitas kamar bagi karyawan dan diutamakan untuk karyawan tetap. Tolong dikoreksi kalau kami keliru menyimpulkan.

Sebenarnya maksud dari sebuah ketentuan peraturan daerah (maupun pemerintah) adalah berlaku untuk umum, termasuk ketentuan pasal 40 ayat 1 ini, artinya peraturan ini tidak membedakan antara karyawan tetap atau tidak dan dari departemen mana karyawan tersebut berasal. Setiap karyawan berhak atas fasilitas perumahan tanpa terkecuali.

Adapun pengecualiannya terdapat pada pasal 40 ayat 2, yakni dengan memperhatikan kebutuhan pekerja/buruh dan kemampuan perusahaan. Maksudnya adalah dalam praktiknya umumnya fasilitas perumahan diberikan kepada karyawan yang tidak berasal dari Karawang. Dan mengenai kemampuan perusahaan memang harus melihat kepada kondisi keuangan perusahaan Bapak sendiri, biasanya ada pengaturan pengecualian tersendiri yang diatur dalam Peraturan Perusahaan (PP)/PKB/KKB.

 

Demikian pendapat kami semoga dapat membantu.

 

Selamat berkarya.

David Tampubolon

 


Anda dapat mengirim pertanyaan konsultasi dengan mengisi form berikut.




Komentar Terkini

Gudang Data

Event HR

idsl