Komponen Upah dalam Perhitungan Pesangon | PortalHR.com

PortalHR

BPJS Ketenagakerjaan

Compensation & Benefit

photo

Komponen Upah dalam Perhitungan Pesangon

Oleh : David Tampubolon
Tentang Penulis
Rabu, 13 Maret 2013 - 6:16 WIB

Pertanyaan

Salam hormat, saya mau tanya yang dimaksud dengan komponen UPAH untuk perhitungan pesangon yang benar bagaimana? Dalam UU ketenagakerjaan disebutkan bahwa yang dimaksud upah adalah upah pokok dan tunjangan tetap. Untuk tunjangan tetap pengertiannya apa pak? Di tempat saya ada komponen tunjangan jabatan yang tidak ikut dipotong bila saya tidak masuk karena sakit, tunjangan jabatan tersebut dipotong bila karyawan mangkir,  tapi tunjangan jabatan saya itu bisa naik turun mengikuti jabatan apa yang diduduki saat ini. Jadi untuk tunjangan jabatan seperti yang saya sebutkan di atas apakah termasuk tunjangan tetap atau tidak? Mengingat nilainya bisa berubah menyesuaikan jabatan. Terima kasih sebelumnya


Gumilang


Jawaban

Dear Pak Gumilang,

Di dalam UU No. 13 tahun 2003 tentang ketenaga-kerjaan, pengertian mengenai komponen upah terdapat pada Pasal 94 dan khususnya Pasal 157 ayat 1 (satu) yang menyamakan langsung dengan pernyataan yang Pak Gumilang sampaikan, bahwa yang dimaksud dengan upah adalah upah pokok dan tunjangan tetap, lebih jelasnya tertulis sebagai berikut:

Pasal 94

Dalam hal komponen upah terdiri dari upah pokok dan tunjangan tetap maka besarnya upah pokok sedikit-dikitnya 75% (tujuh puluh lima perseratus) dari jumlah upah pokok dan tunjangan tetap.

Pasal 157

1)      Komponen upah yang digunakan sebagai dasar perhitungan uang pesangon, uang penghargaan masa kerja, dan uang pengganti hak yang seharusnya diterima yang tertunda, terdiri atas:

a)      upah pokok;

b)      segala macam bentuk tunjangan yang bersifat tetap yang diberikan kepada pekerja/buruh dan keluarganya, termasuk harga pembelian dari catu yang diberikan kepada pekerja/buruh secara cuma-cuma, yang apabila catu harus dibayar pekerja/buruh dengan subsidi, maka sebagai upah dianggap selisih antara harga pembelian dengan harga yang harus dibayar oleh pekerja/buruh.

Kemudian dalam penjelasan Pasal 94 dan Pasal 157 dinyatakan sebagai berikut:

Penjelasan Pasal 94

Yang dimaksud dengan tunjangan tetap dalam pasal ini adalah pembayaran kepada pekerja/buruh yang dilakukan secara teratur dan tidak dikaitkan dengan kehadiran pekerja/buruh atau pencapaian prestasi kerja tertentu.

Sedangankan penjelasan pasal 157 dinyatakan cukup jelas.

Jadi berdasarkan penjelasan Pasal 94 di atas, maka pengertian tunjangan tetap ada 2 (dua);

1.      Pembayaran yang dilakukan secara teratur dan

2.      Tidak dikaitkan dengan kehadiran atau pencapaian prestasi kerja tertentu.

Sehingga kalau kami masukkan komponen ini kedalam pertanyaan Pak Gumilang mengenai tunjangan jabatan ditempat Bapak sebagai berikut:

1. Apakah pembayaran tunjangan jabatan dilakukan secara teratur? Untuk point ini Pak Gumilang belum menjelaskannya, namun Bapak menyatakan bahwa jabatan tersebut dapat berubah-ubah. Mengenai jabatan bisa berubah-ubah dan mengakibatkan nilai tunjangan jabatan di tempat Bapak berubah, hal ini tidak berkaitan dengan pembayaran tunjangan jabatan yang dilakukan secara teratur, jadi yang dimaksud dengan pengertian tunjangan tetap bukanlah pada nilai atau jabatannya melainkan pembayaran yang teratur setiap gajian. Sehingga untuk point pertama ini, kami belum dapat menyimpulkan tunjangan jabatan tersebut tetap atau tidak. Hal ini merupakan pengertian pertama mengenai tunjangan tetap dan merupakan dasar untuk pengertian kedua.

2. Apakah tunjangan jabatan tersebut tidak dikaitkan dengan kehadiran atau pencapaian prestasi kerja tertentu? Dalam penjelasan Pak Gumilang tidak disinggung mengenai pencapaian prestasi kerja tertentu, seperti semacam target penjualan setiap bulannya, dll. Namun mengenai tunjangan jabatan tersebut, Pak Gumilang menyebutkan keterkaitannya dengan kehadiran, yaitu bila sakit tunjangan tersebut tidak dipotong, sedangkan bila mangkir tunjangan jabatan tersebut dipotong. Pada umumnya perusahaan tidak dapat menggunakan sakit, apalagi bila dilampirkan surat keterangan sakit dari dokter sebagai dasar pemotongan suatu tunjangan. Namun bila perusahaan di tempat Bapak bekerja memotong tunjangan jabatan karena mangkir berarti tunjangan jabatan tersebut adalah tunjangan tidak tetap. Karena kehadiran Bapak dijadikan dasar sebagai pemotongan tunjangan jabatan. Sehingga untuk point pengertian kedua ini, kami melihat bahwa tunjangan jabatan tersebut merupakan tunjangan tidak tetap karena terkait dengan kehadiran.

Demikian pendapat kami semoga dapat membantu Pak Gumilang. Selamat berkarya.

 

Category: Product #: Regular price:$ (Sale ends ) Available from: Condition: Good ! Order now!
Reviewed by on. Rating:


Anda dapat mengirim pertanyaan konsultasi dengan mengisi form berikut.




BPJS Ketenagakerjaan

Komentar Terkini

Gudang Data

Event HR