Bagaimana Memimpin Anak Buah yang Usianya Lebih Tua? | PortalHR.com

PortalHR

BPJS Ketenagakerjaan

HR Strategis

photo

Bagaimana Memimpin Anak Buah yang Usianya Lebih Tua?

Oleh : Mira G Widagdo
Tentang Penulis
Jumat, 20 November 2009 - 3:13 WIB

Pertanyaan

Ibu Mira yang baik, saya punya dua pertanyaan. 1) Bagaimana membina staf/bawahan yang usianya lebih tua daripada pimpinan sehingga sering tidak peduli dengan perintah atasannya? 2) Bagaimana cara memberikan feedback kepada bahawan?


Karsono bin Siman


Jawaban

Salam sejahtera Pak karsono. Terima kasih atas pertanyaan yang Anda berikan.

Untuk melakukan pembinaan diperlukan beberapa cara dan Anda memang perlu memiliki ilmunya dan menerapkannya dalam hubungan atasan-bawahan, serta meminta feedback untuk perbaikan selanjutnya. Secara umum ada dua pendekatan yaitu pendekatan terhadap tugas (task behavior), dan pendekatan terhadap orangnya (relationship behavior).

Pertama, dari sisi tugas Anda sebagai atasan harus menguasai tugas dan tanggung jawab serta peran bawahan yang Anda pimpin. Hal ini akan membantu Anda untuk mengajak bawahan Anda bermain dalam koridor yang disepakati bersama. Sangat membantu jika Anda terlebih dahulu menunjukkan bahwa Anda juga mampu/menguasai bidang tugas yang dilakukan oleh bawahan Anda tersebut. Anda harus mengetahui cara terefektif untuk menjalankan tugas bawahan dengan tujuan untuk mempermudah yang bersangkutan. Selanjutnya, Anda harus membaca sejauh mana bawahan Anda sudah menguasai tugasnya. Jika mereka sudah mahir Anda tidak perlu lagi melakukan pengawasan yang ketat. Namun, sebaliknya jika mereka masih membutuhkan guidance dari Anda, di situlah peran Anda memberikan bimbingan langsung.

Kedua, dari sisi hubungan, sikap tidak perduli dengan perintah pimpinan bisa jadi dikarenakan Anda berdua belum mengenal dengan baik satu sama lain. Anda harus melakukan pendekatan yang sesuai dengan tingkat kenyamanan pribadi bawahan Anda. Apalagi jika usia bawahan Anda lebih tua, umumnya orang yang lebih tua merasa lebih mampu dan kurang nyaman jika diberi petunjuk dengan gaya memerintah. Besar kecilnya peran Anda dan perhatian yang Anda berikan juga tergantung sejauh mana kematangan dan kemandirian yang sudah ditunjukkan bawahan tersebut. Anda harus pandai-pandai membaca situasi kapan Anda perlu bersikap lebih bersahabat dan kapan perlu bersikap lebih tegas. Tidak selamanya gaya bersahabat atau gaya tegas dikategorikan efektif. Umumnya dalam hubungan atasan-bawaham memang diperlukan multi-approach.

Adapun mengenai cara memberikan feedback kepada bawahan, Anda dapat mencoba tips di bawah ini:

1. Ajaklah bawahan Anda melihat gap yang terjadi antara tuntutan ideal yang seharusnya bisa ia capai dan kondisi aktual yang ia demonstrasikan. Beranjak dari gap inilah Anda bisa memberikan umpan balik.

2. Lakukanlah feedback dengan cara yang konstruktif dengan tetap menjaga esteem bawahan.

3. Tunjukkan cara mencapai tuntutan perilaku yang diharapkan atau tuntutan tugas ideal yang harus dicapai bawahan Anda. Bantu mereka untuk menemukan kelebihan-kelebihan yang mereka miliki dan bagaimana mengurangi pengaruh dari kelemahan-kelemahan yang ada.

4. Tunjukkan niat tulus untuk membantu mereka (di sini dituntut suatu kemampuan "helping service" dari Anda sebagai atasan) dan bukan suatu cara untuk menyalahkan mereka. Tawarkan bantuan Anda kepada mereka. Jika Anda tidak bisa memberikan bantuan langsung, Anda berdua bersama-sama mencari sumber lain yang bisa memberikan bantuan yang berguna bagi bawahan Anda.

5. Pancarkan keyakinan (harapan positif) Anda bahwa perubahan positif dari bawahan Anda dapat terjadi jika mereka mau belajar.

6. Sepakati cara dan waktu kapan Anda akan memonitor progress yang terjadi.

Selamat mencoba!

Category: Product #: Regular price:$ (Sale ends ) Available from: Condition: Good ! Order now!
Reviewed by on. Rating:


Anda dapat mengirim pertanyaan konsultasi dengan mengisi form berikut.




BPJS Ketenagakerjaan

Komentar Terkini

Gudang Data

Event HR