PortalHR

IDSL

Strategi

Cetak Pemimpin Bebas Korupsi dengan Assesment

Senin, 27 Mei 2013 - 2:21 WIB

Bangsa yang kuat dan maju apabila penegakan hukumnya kuat. Penegakan hukum kuat apabila aparat penegak hukumnya baik, mempunyai integritas, kompetensi dan konsistensi. Pernyataan itu disampaikan oleh IrJen Pol (Purn) Dr. Bibit Samad Rianto pada penyelenggaraan Kongres Nasional III Assesment Center Indonesia 2013 di JW. Marriot kemarin.

Menurut Bibit korupsi kini telah merasuk ke segenap aspek kehidupan bangsa, dianggap sebagai kebiasaan yang mewarnai pengelolaan setiap aktivitas masyarakatnya. “Korupsi itu terjadi sejak zaman VOC. VOC jatuh di Hindia Belanda karena korupsi,” tukas Bibit.

Yang menjadi perhatian Bibit bisakah Indonesia terbebas dari korupsi? Bisa, asalkan kita memilih penyelenggara negara yang memiliki integritas moral yang baik dan kompetensi yang sesuai. Menurut mantan wakil KPK ini perlu adanya dukungan untuk membuat perguruan-perguruan tinggi di tanah air untuk menyiapkan kemampuan yang diperlukan seseorang sebelum mencalonkan diri sebagai penyelenggara negara. Sehingga Indonesia mempunyai pemimpin yang berintegritas dan berkompetensi sesuai dengan bidangnya.

Bibit menambahkan peran Assesment center dalam menyiapkan kepemimpinan Nasional juga besar. Dimana prinsip pertama yang dipegang adalah ‘jangan pilih penjahat menjadi pejabat’, terangnya. “Assesment center menjadi metoda untuk melakukan penyaringan bakal calon penyelenggara negara, menjadi penyaring calon leader agar mempunyai integritas tinggi,” tukas Bibit.

Bibit yang kini aktif di Forum Peduli Memerangi Korupsi (FPMK) meminta dukungan kepada semua elemen masyarakat untuk mewujudkan Indonesia tanpa korupsi. “Korupsi itu seperti gunung es, yang dicari itu yang paling atasnya. Tidak akan sampai ke atasnya kalau es di bawahnya masih banyak. Jadi korupsi itu bukan tugasnya, KPK, polisi, hakim dan jaksa saja, tetapi semua dari kita untuk menghancurkan es tersebut,” tutur Bibit.

Korupsi bukan Budaya Indonesia

Sementara itu pembahasan Dr. Phil Hana Panggabean, Direktur Program Pasca Sarjana Unika Atmajaya tidak kalah menarik. Menurut Hana perubahan itu terjadi semata-mata karena pemimpinnya. “Peran leader salah satu kunci perubahan. Dan leader itu sendiri sarat akan budaya yang dibawanya,” terang Hana. Sehingga apa yang telah menjadi budaya bawaan seorang leader sangat berpengaruh terhadap keputusan yang ia buat, baik bagi dirinya maupun untuk organisasinya.

Hana juga menjelaskan mengenai tingkah laku bangsa Indonesia yang telah menjadi karakter. Yang paling dominan di bangsa kita adalah relationship oriented. “Relasi itu nomor 1 untuk orang Indonesia, baik horizontal relations, social harmony maupun vertical relations seperti respect,” ujar Hana.

Jika pemimpin Indonesia ingin menjadi pemimpin global kuncinya perbaiki etika dalam bekerja, salah satunya mempunyai integritas. Karena diakui oleh Hana, kemampuan orang Indonesia untuk hidup dalam beragaman sudah tidak diragukan, namun work ethics kita masih kurang dibandingkan bangsa lain.

Namun meski begitu, tetap selalu ada harapan untuk calon-calon pemimpin di Indonesia. Keunggulan pemimpin Indonesia telah diwarisi oleh profil pemuka bangsa sejak dulu, seperti Ki Hajar Dewantara dan banyak lagi, menurut Hana mereka dapat dijadikan role model bagi calon-calon pemimpin. Sessi panel tersebut ditutup dengan pertanyaan dari salah satu peserta, apakah korupsi itu budaya Indonesia? dengan tegas Hana menjawab tidak setuju. “Korupsi membudidaya iya, tapi tidak turun menjadi budaya. Berpotensi iya, namun bukan budaya. Untuk itu jangan pernah terima korupsi menjadi budaya. Bisa menjadi budaya kalau itu dibiarkan terus menjadi habit,” tukas Hana. (*/@nurulmelisa)






Satu komentar to Cetak Pemimpin Bebas Korupsi dengan Assesment



  1. Adhi Pradono H
    Rabu, 29 Mei 2013 pada 16.15

    IMHO, assesment untuk mengetahui pribadi sesorang, bila pribadi tersebut sudah tercebur di lingkungan kotor ya sami mawon menjadi koruptor secara sistemik baik lgsung/tdk lgsng.

    Solusi agar Korupsi musnah? = hukum gantung koruptor di monas. simple…

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Connect with Facebook

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Terkini

Gudang Data

Event HR