Bermanfaatkah Gosip di Tempat Kerja?

Posted on March 5th, 2013

“Whoever Gossips to you will gossip about you” (Spanish proverb)

HARI ITU, istriku menyelenggarakan arisan di rumah. Ini merupakan moment yang ditunggu ibu-ibu di kompleks, moment untuk silaturahmi, melepas rindu, saling berbagi kisah. Di sana sini terdengar gelak ketawa, suasananya sangat ramai penuh kegembiraan.

Sebetulnya apa sih yang dibicarakan?? Obrolan ringan, karena itu tertawanya enteng. Apakah ada gosip di sana??

Kita cermati nanti, tapi yang penting, suasana akan tambah seru dengan sajian berbagai makanan dan minuman ringan. Baik di arisan seperti ini, kumpul keluarga, kumpul teman, kumpul di tempat kerja, ada saja tendensi untuk bergosip-ria.

“Emangnya ngga boleh ?”

Loyalty To the Absent

Kita mungkin sudah terbiasa mendengar ungkapan seperti ini:

“Pernah dengar nggak?”, “Tau nggak kalau……” atau “Saya punya cerita… tapi rahasia loh, hanya antar kita berdua…. jangan cerita2 pada yang lain…..”

Demikianlah beberapa contoh prolog menjelang cerita gosip bersama teman. Saya jadi ingat istilah “Be loyal to those who are not present” yang digunakan oleh Stephen R. Covey dalam membahas prinsip-prinsip di balik “The 7 Habits of Highly Effective People”:

If you want to retain those who are present, be loyal to those who are absent.” Dalam bahasa sehari hari: “Jangan mengatakan sesuatu tentang seseorang yang tidak hadir, bila Anda tidak akan mengatakannya kalau dia hadir.”

Peringatan Stephen Covey ini berkaitan dengan gosip yang bisa merusak hubungan persahabatan, hubungan anggota tim atau organisasi. Dan “Loyalty to the Absent” merupakan salah satu cara terpenting dalam manifestasi Integritas.

Belajar dari Socrates

Kita sama-sama tahu tentang Filsuf Yunani Kuno, Socrates, yang terkenal memiliki pengetahuan yang tinggi dan sangat terhormat lagi bijaksana.

Suatu hari seorang kenalannya bertemu dengan filsuf besar itu dan berkata;

“Tahukah Anda, apa yang saya dengar tentang teman Anda?”

“Tunggu sebentar,” jawab Socrates.

“Sebelum Anda menceritakan apapun pada saya, saya akan memberikan suatu test sederhana. Ini disebut Triple Filter Test.”

“Triple filter Test?”

“Benar,” kata Socrates.

“Sebelum kita bicara tentang teman saya, kita perlu menyaring apa yang akan Anda katakan. Itulah sebabnya saya menyebutnya triple filter test.”

Filter pertama adalah: KEBENARAN

“Apakah Anda yakin sepenuhnya bahwa yang akan Anda katakan pada saya BENAR?”

“Tidak,” jawab orang itu, “Sebetulnya saya hanya mendengar tentang itu.”

“Baik,” kata Socrates. “Jadi Anda tidak yakin bila itu benar. Sekarang saya berikan filter yang kedua.”

Filter kedua: KEBAIKAN

Apakah yang akan Anda katakan tentang teman saya itu sesuatu yang BAIK?”

“Tidak, malah sebaliknya.. .”

“Jadi,” Socrates melanjutkan, “Anda akan berbicara tentang sesuatu yang buruk tentang dia, tetapi Anda tidak yakin apakah itu benar. Anda masih memiliki satu kesempatan lagi karena masih ada satu filter lagi.”

Filter ketiga:  MANFAAT

Apakah yang akan Anda katakan tentang teman saya itu bermanfaat bagiku?”

“Tidak, sama sekali tidak.”

“Jadi,” Socrates menyimpulkannya, “Bila Anda ingin mengatakan sesuatu yang belum tentu benar, buruk dan bahkan tidak bermanfaat, mengapa Anda harus mengatakannya kepada saya?” (Sumber: Google Search)

Itulah mengapa Socrates adalah filsuf besar dan sangat terhormat.

Prinsip untuk tetap loyal pada mereka yang tidak hadir (Loyal to the absent), memang tidak mudah untuk diterapkan. Tidak terlibat dalam gosip juga tidak gampang, karena bisa membuat kita tidak disukai teman, disingkirkan dari pertemanan.

Tetapi pilihan harus dibuat oleh masing-masing kita. Dan pilihan ini bisa berpedoman pada pelajaran dari Socrates.

Di samping itu, kumpul-kumpul seperti itu bisa digunakankan untuk membicarakan sesuatu yang positif dan bermanfaat, saling berbagi pengetahuan dan pengalaman untuk pembelajaran antar kita. Sekarang kita tahu kisah Socrates di atas, tinggal bagaimana menerapkannya seperti petikan berikut ini:

”Knowing is not enough, we must apply!” (Goethe)

Bookmark and Share

4 Responses to Bermanfaatkah Gosip di Tempat Kerja?

  1. Tita says:

    Ha3 terus terang susah kalau ngumpul ga gosip pak, gosip yg paling enak menurut saya gosipin artis. Mrk suka digosipin, and we dont know them in person.. Ha3..

    • josef josef says:

      Betul juga Tita, tapi mudah2an tidak ngomongin jelek tentang teman atau atasannya. Mungkin ini yang perlu dipertimbankan lagi. Karena urutan berikut, asyik digospin setelah artis adalah atasannya. Saya percaya, dengan panduan “Choose your attitude” dari FISH, mudah2an kita memilih yang positif dan enteng aja untuk diobrolin. Terima kasih Tita

  2. Sri Kumala Dewi says:

    Ada jokes yg pernah saya dengar sbb: orang yg digosipin artinya org tsb diperhatikan, krn orang tsb menarik perhatian, makanya menarik kl digosipin… Minimal qta mulai dengan sikap ‘bukan pencipta gosip’ :) … Topik ringan yg dikemas secara elegan, thanks Pak Josef

    • josef josef says:

      Terima kasih Dewi. Kalimat terakhirmu adalah kunci: Topik ringan tentang orang itu yang dikemas secara elegan. Ada banyak sisi positif dari orang itu yang bisa kita angkat untuk pembelajaran. Walaupun ada yg challenge: kan kami bahas sisi negatifnya untuk pembelajaran juga. Mungkin betul, tapi kalau ada begitu banyak kisah positif yg tersedia, mengapa kita tdk tertarik utk mengulas yang positif saja ? Sekedar refleksi, dan terima kasih, selamat malam Dewi !

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Connect with Facebook

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Recent Comments

josef:
Terima kasih Rivai, kita belajar dari berbagai pengalaman, termasuk yang dialami Rivai sendiri. Terima kasih...

josef:
Terima kasih Ronny, semoga menjadi pelajaran buat kita bila sedang atau akan menduduki posisi sebagai pemimpin

Rivai:
Hi Pak Yosef Tulisan Bapak saya alami dan memang menimbulkan iklim yang kurang kondusif di organisasi, bukan...

Ronny Siagian:
Terima kasih buat artikelnya Pak Josef. Ternyata untuk dapat dipercaya tidak mudah ya Pak.

josef:
Terima kasih Candrika, apa khabarnya ?? Semoga sehat dan semangat selalu.


Recent Post

  • Memupuk Kebanggaan Tim
  • Pindah Kerja Sambil Mengajak Anggota Tim
  • Apakah Saya Harus Menolak Promosi?
  • Budaya Nusantara Mewarnai Suasana Kerja
  • Leaders yang Terus Belajar
  • Motivasi dan Secercah Sinar Harapan
  • Penting Tapi Tidak Mendesak = Sangat Penting
  • Inspirasi Kecil Berdampak Besar
  • Diutus untuk Melayani
  • Agar Api Semangat Terus Menyala