Hubungan Informal Karyawan Aset Strategis Perusahaan | PortalHR.com

PortalHR

BPJS Ketenagakerjaan

Berita

Hubungan Informal Karyawan Aset Strategis Perusahaan

Selasa, 14 Agustus 2007 - 12:00 WIB

Beribu maaf kepada para manajer, sama sekali tidak bermaksud mengecilkan peran Anda yang selama ini menguasai kebijakan manajemen untuk menjalankan roda bisnis. Namun, sadarilah bahwa kebanyakan karyawan lebih bergantung satu sama lain, bukan kepada bos mereka, dalam memecahkan persoalan di tempat kerja.

Sebuah studi yang dilakukan oleh perusahaan konsultan manajemen Katzenbach Partners di Amerika Serikat menyimpulkan bahwa jaringan-jaringan dan hubungan-hubungan informal lebih berperan menggerakkan laju bisnis ketimbang struktur-struktur manajemen formal.

Menurut studi tersebut, di dalam ikatan yang informal itulah, apa yang disebut “kerja” benar-benar berjalan dan (dari situlah) perusahaan-perusahaan mendapatkan keuntungan kompetitif.

Di samping itu, organisasi-organisasi yang memberikan karyawannya rasa percaya diri untuk memecahkan berbagai persoalan dan mendorong mereka untuk berkontribusi, sering memperlihatkan performa yang lebih baik.

“Pelajaran dari riset ini adalah, bahwa ikatan informal di mana pekerjaan selesai di luar proses-proses formal organisasi itu nyata adanya, dan bahwa karyawan menyadari dan menghargai itu,” ujar principal pada Katzenbach Partners Zia Khan.

“Pertanyaannya, apakah manajemen juga menghargai (ikatan informal) itu? Riset kami memperlihatkan bahwa ikatan informal merupakan aset strategis yang dibutuhkan oleh jajaran eksekutif untuk secara aktif mengelola perubahan,” tambah Khan.

Studi juga menemukan bahwa karyawan pada perusahaan-perusahaan besar merasa puas dengan pekerjaannya karena dimensi-dimensi informal dari pekerjaan mereka, berikut interaksi-interaksinya yang ada.

Hampir dua pertiga dari mereka (yang bekerja di perusahaan besar) mengaku bergantung pada teman sekerja untuk menemukan solusi dan memecahkan masalah, berbanding dengan hanya kurang dari sepertiga yang bergantung pada manajer.

Lebih jauh lagi, 9 dari 10 karyawan mengaku memiliki seseorang di tempat kerja sebagai teman “curhat” dalam kaitan dengan pekerjaan.

Sementara itu, lebih dari separo karyawan percaya bahwa ide-ide terbaik untuk mensukseskan perusahaan datang dari “semua level” karyawan, berbanding dengan hanya 8% yang percaya bahwa ide-ide terbaik utamanya berasal dari CEO.

“Jelas bahwa karyawan di perusahaan besar bergantung, menghargai dan mempengaruhi teman sekerjanya. Mereka memanfaatkan “organisasi” yang informal ini untuk menyelesaikan sebagian besar pekerjaan, dan untuk mencapai efektivitas yang lebih tinggi,” simpul Khan.

“Riset kami juga memperlihatkan, ketika orang putus asa dengan pekerjaannya, dan tidak mampu menyelesaikan sesuatu, itu biasanya karena manajer tidak memperhitungkan pentingnya jaringan-jaringan informal dalam rencana dan pengambilan keputusan mereka,” tambah dia.

Diingatkan, kesadaran manajer pada hubungan-hubungan informal, dan kemampuan mereka dalam memobilisasinya, berpengaruh besar perasaan karyawan terhadap pekerjannya, dan tidak kalah penting bahkan mungkin lebih penting daripada “gaya” manajemen itu sendiri.

“Temuan kali ini mengkonfirmasi apa yang telah lama kami observasi, bahwa organisasi informal di tempat kerja merupakan aset institusional yang penting, yang menggerakkan inovasi, kolaborasi yang memiliki banyak fungsi,” ujar Khan.

Khan tak lupa mengingatkan bahwa perusahaan yang ingin mendapatkan keuntungan dari organisasi informal tersebut harus memahami dan memobilisasinya, dengan membantu memfasilitasi hubungan-hubungan yang ada dan mengaitkannya dengan strategi besar perusahaan.

“Dengan dukungan manajemen, organisasi informal bisa menjadi mesin untuk menggerakkan produktivitas karyawan dan kinerja bisnis,” tambah dia.

Category: Product #: Regular price:$ (Sale ends ) Available from: Condition: Good ! Order now!
Reviewed by on. Rating:




Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Silakan klik Topik Berita di bawah ini

ASAP Conference ASTD benefit BPJS CEO Engagement gaji Generasi Y gen y Good Morning Partner Google HR HRD interview kalender event HR karier karir Karyawan kenaikan gaji kepemimpinan ketenagakerjaan knowledge management leadership Linkedin manajemen outsourcing Paulus Bambang WS pengembangan PHK PKWT produktivitas rekrutmen SDM seputar HR serikat pekerja singapore social media social media & HR talent talent management teknologi THR tips training wirausaha
Training BPJS Kesehatan

Komentar Terkini

Gudang Data

Event HR