Bursa Tenaga Kerja Terimbas Perdagangan Bebas | PortalHR.com

PortalHR

IDSL

Berita

Bursa Tenaga Kerja Terimbas Perdagangan Bebas

Rabu, 8 Februari 2012 - 2:22 WIB

DAMPAK dari diterapkannya perdagangan bebas antar negara, mau tidak mau berimbas pada bursa tenaga kerja. Hal ini menjadi salah satu temuan menarik Organisasi Perburuhan Internasional (ILO) yang baru dipresentasikan dalam laporan “Trade and Employment: From Myths to Facts“, di Kantor Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Kemnakertrans) di Jakarta, Selasa (7/2).

Menurut Kepala Program Perdagangan dan Ketenagakerjaan ILO, Marion Jansen seperti ditulis antaranews.com, publikasi ini memuat cara dan alat untuk mencapai tiga tujuan yaitu mengidentifikasi bukti keterkaitan perdagangan dan ketenagakerjaan, membantu merancang alat untuk mendapatkan bukti keterkaitan itu dan membantu untuk mendiskusikan kebijakan ketenagakerjaan.

Jansen menjelaskan anggapan lama bahwa liberalisasi perdagangan akan meningkatkan kesejahteraan pekerja ternyata tidak berlaku untuk semua negara. Nyatanya, beberapa negara disebutnya dapat mengatasi globalisasi lebih baik dibanding negara lainnya.

“Di Indonesia, para pekerja menyatakan kekhawatirannya mengenai dampak dari barang impor murah dari China. Di Bangladesh, pekerja tekstil berdemo pada Desember 2010 yang lalu karena perusahaan tempat mereka bekerja yang merupakan perusahaan multinasional besar, menolak membayar upah minimum pekerja,” tutur Jansen.

Melengkapi temuan tentang bursa tenaga kerja, ILO Indonesia juga mengeluarkan laporan “Assessing and Addressing the Effects of International Trade on Employment” (ETE) yang didanai oleh Uni Eropa untuk membahas mengenai dampak liberalisasi perdagangan terhadap pekerja. Hasilnya diketahui bahwa kebijakan perdagangan bebas antara negara-negara ASEAN dengan China telah berdampak pada penurunan kesempatan kerja di Indonesia.

Ada tiga sektor yang terimbas dan mengalami pengurangan kesempatan kerja total berjumlah 253.361 orang. Sektor yakni masing-masing perdagangan sebanyak 55.563 orang, sektor pertanian tanaman pangan sebanyak 53.302 orang dan sektor industri pemintalan, tekstil, pakaian dan kulit sebanyak 49.965 orang.
Kabar baiknya, ada tiga sektor yang mengalami peningkatan kesempatan kerja. Sektor tersebut meliputi pertanian yang menyerap tenaga kerja tambahan sebanyak 62.664 orang, sektor industri kayu dan barang dari kayu sebanyak 1.265 orang dan pertambangan batubara, biji logam dan minyak bumi sebanyak 796 orang. (*





Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Connect with Facebook

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Silakan klik Topik Berita di bawah ini

ASAP Conference ASTD benefit BPJS CEO Engagement gaji Generasi Y gen y Good Morning Partner Google HR HRD job description kalender event HR karier karir Karyawan kenaikan gaji kepemimpinan ketenagakerjaan knowledge management leadership Linkedin manajemen outsourcing Paulus Bambang WS pengembangan PHK PKWT produktivitas rekrutmen SDM seputar HR serikat pekerja Singapore Human Capital Summit social media social media & HR talent talent management teknologi THR tips training wirausaha

Komentar Terkini

Gudang Data

Event HR

idsl